alexametrics

AS Bantah Peringatkan Sri Lanka Serangan Bom Minggu Paskah

loading...
AS Bantah Peringatkan Sri Lanka Serangan Bom Minggu Paskah
AS mengaku tidak mempunyai informasi dan memperingatkan Sri Lanka terkait serangkaian serangan bom pada Minggu Paskah pada akhir pekan lalu. Foto/Istimewa
A+ A-
KOLOMBO - Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak memberikan informasi intelijen kepada Sri Lanka mengenai serangan yang akan terjadi pada Minggu Paskah. Hal itu dikatakan oleh Duta Besar AS untuk Sri Lanka Alaina Teplitz.

"Kami tidak memiliki informasi tentang serangan-serangan ini," kata Teplitz.

"Pemerintah Sri Lanka telah mengakui penyimpangan dalam pengumpulan (data) intelijen dan pertukaran informasi mereka," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (24/4/2019).



Pernyataan Dubes AS ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh pemerintah Sri Lanka. Menteri pemerintah Sri Lanka Harsha de Silva mengatakan kepada CNN bahwa intelijen tingkat lanjut telah diberikan informasi baik oleh India dan AS.

"Yah, aku tidak bisa berbicara untuk orang lain. Saya tidak tahu sumber informasi lain apa yang mungkin dimiliki pemerintah Sri Lanka. Saya hanya bisa memberi tahu Anda bahwa kami tidak memiliki pengetahuan sebelumnya," jawab Teplitz ketika ditanya tentang klaim de Silva.

Sebanyak 310 orang tewas dalam serangkaian serangan bom saat Minggu Paskah pada akhir pekan lalu. Enam serangan bom yang hampir bersamaan - pada tiga gereja dan tiga hotel mewah - serta tiga ledakan terkait pada hari Minggu adalah kekerasan paling mematikan di Sri Lanka dalam satu dekade.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak