alexametrics

Gara-gara Ular, Presiden Liberia Pindah Kantor

loading...
Gara-gara Ular, Presiden Liberia Pindah Kantor
Presiden Liberia George Weah terpaksa bekerja di rumah pribadi setelah ditemukan dua di kantornya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ianular hitam
A+ A-
MONROVIA - Presiden Liberia, George Weah, terpaksa bekerja dari kediaman pribadinya setelah ditemukan ular di dalam kantornya. Dua ular hitam itu ditemukan di gedung Kementerian Urusan Luar Negeri, tempat kerja resminya.

Terkait keberadaan dua ular itu, semua staf telah diberitahu untuk menjauh sampai 22 April.

"Hanya untuk memastikan bahwa benda-benda yang merangkak dan merayap difumigasi dari gedung," kata Sekretaris Pers Smith Toby.



"Kementerian Luar Negeri menjadi tempat kantor presiden, jadi ada memo internal yang meminta staf untuk tinggal di rumah sementara mereka melakukan fumigasi," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (20/4/2019).

Kantor presiden Liberi mengambil tempat di Kementerian Luar Negeri sejak kebakaran pada tahun 2006 memusnahkan rumah presiden.

Video situs web berita FrontPage Afrika menunjukkan para pekerja berusaha menangkap ular-ular itu ketika mereka muncul di dekat bangunan lobi.

"Ular-ular itu tidak pernah terbunuh," kata Toby. "Ada lubang kecil di suatu tempat (di mana) mereka membuat jalan kembali," jelasnya.

Polisi dan keamanan presiden terlihat menjaga tempat tinggal Weah di Ibu Kota Monrovia. Armada kendaraan termasuk jip pendamping diparkir di luar.

Toby mengatakan Kementerian Luar Negeri mulai melakukan fumigasi pada hari Jumat kemarin.

"Bangunan itu sudah ada di sana selama bertahun-tahun sekarang, dan (karena) sistem drainase, kemungkinan ada hal-hal seperti ular merayap di gedung tinggi itu," terangnya.

"Presiden Weah dipastikan kembali ke kantornya pada hari Senin setelah pengasapan apakah ular itu ditemukan dan dibunuh, tukas Toby.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak