Ini Penjelasan Taktik Perang Kompleks yang Jadi Andalan Hamas di Perang Rafah
Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:22 WIB
loading...
Hamas menggunakan strategi perang kompleks dalam melawan Israel. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Pejuang Palestina menggunakan perang kompleks dalam bertempur dengan tentara Israel di Rafah.
Apa itu taktik perang kompleks?
Pejuang Palestina terus menyerang pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang Koridor Netzarim. Selain itu, mereka juga dua serangan jebakan yang merobohkan sebuah rumah di atas pasukan Israel dalam satu kasus dan merobohkan pintu masuk terowongan di kasus lain, laporan pemantau perang.
Hamas mengatakan pihaknya meledakkan alat peledak rakitan yang “dibawa ke rumah” di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, menimbulkan korban jiwa pada tentara Israel yang berada di dalam, dan juga meledakkan pintu masuk terowongan yang dipasang di sebelah timur daerah yang sama.
"Hamas mengatakan pihaknya mengamati helikopter Israel mengevakuasi tentara dari daerah Zeitoun setelah serangan tersebut," demikian laporan lembaga pemikir pertahanan yang berbasis di AS, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP), dilansir Al Jazeera.
Apa itu taktik perang kompleks?
Pejuang Palestina terus menyerang pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang Koridor Netzarim. Selain itu, mereka juga dua serangan jebakan yang merobohkan sebuah rumah di atas pasukan Israel dalam satu kasus dan merobohkan pintu masuk terowongan di kasus lain, laporan pemantau perang.
Hamas mengatakan pihaknya meledakkan alat peledak rakitan yang “dibawa ke rumah” di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, menimbulkan korban jiwa pada tentara Israel yang berada di dalam, dan juga meledakkan pintu masuk terowongan yang dipasang di sebelah timur daerah yang sama.
"Hamas mengatakan pihaknya mengamati helikopter Israel mengevakuasi tentara dari daerah Zeitoun setelah serangan tersebut," demikian laporan lembaga pemikir pertahanan yang berbasis di AS, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP), dilansir Al Jazeera.
Lihat Juga :