Tekan Maduro, AS Tampar Kuba dan Venezuela dengan Sanksi Baru

Kamis, 18 April 2019 - 03:23 WIB
Tekan Maduro, AS Tampar...
Tekan Maduro, AS Tampar Kuba dan Venezuela dengan Sanksi Baru
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Donald Trump memberlakukan sanksi baru dan tindakan hukuman lain terhadap Kuba dan Venezuela. Tamparan sanksi baru ini sebagai upaya untuk menekan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros agar segera lengser.

Havana ikut dijatuhi sanksi baru oleh Washington agar mengakhiri dukungannya terhadap presiden sosialis penerus Hugo Chavez tersebut.

Berbicara kepada kelompok pengasingan Kuba di Miami, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan sanksi baru AS kali ini menargetkan layanan militer dan intelijen Kuba, termasuk maskapai penerbangan milik militer. Selain itu pembatasan perdagangan terhadap Kuba juga diperketat.

Pidato Bolton itu disampaikan tak lama setelah Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu (17/4/2019) mencabut larangan terhadap warga negara AS yang mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan asing yang menggunakan properti yang disita oleh pemerintah Komunis Kuba sejak revolusi 1959 oleh Fidel Castro.

Keputusan Presiden Donald Trump, yang menurut Departemen Luar Negeri bisa mengeluarkan tuntutan hukum senilai puluhan miliar dolar, menuai kritik cepat dari sekutu Eropa dan Kanada, yang perusahaannya memiliki kepentingan besar di Kuba.

Pemerintah Kuba, yang dapat dihambat dalam upayanya untuk menarik investasi asing baru, mengecam sanksi baru AS sebagai serangan terhadap hukum internasional.

Bolton mengatakan Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi pada bank sentral Venezuela dengan membatasi transaksi AS dan melarang akses lembaga perbankan itu terhadap dolar. Menurutnya, bank sentral Venezuela berperan penting dalam menyokong Maduro untuk tetap berkuasa.

Tak hanya Venzuela dan Kuba, Bolton juga mengumumkan sanksi baru terhadap Nikaragua.

Dalam pidatonya, Bolton mengeluarkan peringatan kepada semua aktor eksternal, termasuk Rusia, atas pengerahan aset militer untuk mendukung pemimpin Venezuela.

"Amerika Serikat akan menganggap tindakan provokatif semacam itu sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional di kawasan itu," kata Bolton, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/4/2019). Pengerahan aset militer yang dimaksud Bolton itu adalah pengiriman pesawat militer Rusia yang membawa 35 ton kargo tidak dikenal dan seratus personel militer Moskow ke Venezuela.

Kendati demikian, Kuba menolak tunduk pada sanksi AS karena membela sekutunya, Maduro. "Tidak ada yang akan merampas (tanah air) dari kami, baik dengan rayuan maupun dengan kekerasan," tulis Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Twitter. "Kami orang Kuba tidak menyerah."
(mas)
Berita Terkait
Trump Perintahkan Venezuela...
Trump Perintahkan Venezuela Putus Hubungan dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba
Trump Bercanda Menlu...
Trump Bercanda Menlu AS Marco Rubio Bisa Menjadi Presiden Kuba Berikutnya
Setelah Venezuela, AS...
Setelah Venezuela, AS Kini Berupaya Gulingkan Rezim Kuba, Havana Siap Perang
Langka, Kuba Akui 32...
Langka, Kuba Akui 32 Perwiranya Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela
Trump Tebar Ancaman,...
Trump Tebar Ancaman, Culik Presiden Kuba Tidak akan Terlalu Sulit
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
5 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
6 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved