Rusia Kutuk Serangan Tak Berguna AS dan Inggris di Negara Berdaulat Yaman

Sabtu, 15 Juni 2024 - 00:01 WIB
loading...
Rusia Kutuk Serangan...
Kapal induk USS Gerald R Ford berlayar di samping USNS Laramie (T-AO-203) selama pengisian bahan bakar di laut di bagian timur Laut Mediterania. Foto/Komando Pusat Angkatan Laut AS/Armada ke-6 AS/REUTERS
A A A
MOSKOW - Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menegaskan Rusia mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Laut Merah dan menganggapnya "tidak ada gunanya".

"Kami mengecam serangan oleh koalisi pimpinan AS dan Inggris yang menargetkan wilayah kedaulatan Yaman. Agresi ini dilakukan dengan melanggar Piagam PBB. Tidak ada gunanya sejauh tidak dapat menghentikan serangan di Laut Merah," tegas Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi yang menyangkut Yaman.

Nebenzia mengatakan "insiden sembrono" penggunaan kekuatan oleh negara-negara NATO ini meninggalkan noda darah.

Pada tanggal 7 Juni, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan gerakan Allah Ansar di Yaman yang dikenal sebagai Houthi, telah menahan 11 personel PBB.

Tiga hari kemudian, Houthi mengatakan mereka menahan mata-mata yang terkait dengan Badan Intelijen Pusat AS karena diduga melakukan kegiatan intelijen dan sabotase di Yaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Teheran Klaim Tutup Selat Hormuz dan Hantam Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved