Menhan Slovakia: Mengirim Jet Tempur ke Ukraina Adalah Pengkhianatan

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:04 WIB
loading...
Menhan Slovakia: Mengirim...
Menteri Pertahanan Slovakia Robert Kalinak menuduh pendahulunya melakukan pengkhianatan karena mengirim jet tempur ke Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BRATISLAVA - Menteri Pertahanan (Menhan) Slovakia Robert Kalinak menuduh pendahulunya melakukan pengkhianatan karena mengirim jet tempur ke Ukraina.

Kalina pada hari Rabu mengumumkan bahwa dia telah mengajukan tuntutan pidana mengenai masalah tersebut.

“Melemahkan Angkatan Bersenjata dengan cara ini, bertentangan dengan konstitusi, tidak dapat digambarkan dalam kamus politik kita sebagai pengkhianatan,” kata Kalinak dalam komentarnya yang dilansir iROZHLAS, Kamis (13/6/2024).

Slovakia merupakan negara NATO. Namun sejak pemerintah baru berkuasa tahun 2023, negara itu menolak untuk memasok senjata ke Ukraina.

“Saya tidak tahu apakah itu secara hukum merupakan kejahatan, tapi dia adalah orang yang mengkhianati nilai-nilai nasional," lanjut dia merujuk pada pendahulunya, Jaroslav Nagy.



Kalinak mengajukan tuntutan pidana terhadap Nagy, yang saat menjabat sebagai menteri pertahanan dari Maret 2020 dan Mei 2023 telah mengirim beberapa jet tempur MiG-29 ke Ukraina untuk membantu negara tersebut menangkis invasi skala penuh Rusia.

Pada saat itu, Nagy mengatakan jet tempur era Soviet “tidak dapat digunakan” untuk negaranya dan oleh karena itu adalah “hal yang benar” untuk memberikannya kepada Ukraina.

Ketika Kalinak mulai menjabat pada Oktober 2023 sebagai bagian dari pemerintahan baru Perdana Menteri Robert Fico, Slovakia mengatakan tidak akan lagi mengirim senjata ke Ukraina dari persediaan militernya sendiri, meskipun masih mengizinkan penjualan senjata komersial.

Nagy menanggapi tuduhan Kalinak dengan mengatakan bahwa semua pertimbangan hukum telah dipertimbangkan sebelum penandatanganan kesepakatan penyerahan jet tempur tersebut.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Trump akan Modernisasi...
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Akan Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
Pemuda Gunung Putri...
Pemuda Gunung Putri Bogor Terseret Ombak Pantai Goa Langir Sawarna
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved