Jenderal Terkenal Israel Mundur, Akui Gagal Atasi Operasi Badai al-Aqsa Hamas
Selasa, 11 Juni 2024 - 07:40 WIB
loading...
Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld, Kepala Divisi Gaza Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengundurkan diri setelah akui gagal mengatasi Operasi Badai al-Aqsa Hamas pada 7 Oktober 2023. Foto/IDF
A
A
A
TEL AVIV - Seorang jenderal terkenal Israel mengundurkan diri setelah mengaku gagal mengatasi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dikenal sebagai Operasi Badai al-Aqsa.
Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld, Kepala Divisi Gaza Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengumumkan pengunduran dirinya kemarin.
Rosenfeld mengakui kegagalannya dalam melindungi kota-kota dan desa-desa Israel di dekat Gaza pada 7 Oktober.
"Pada tanggal 7 Oktober, saya gagal dalam misi hidup saya untuk melindungi komunitas perbatasan Gaza. Setiap orang harus mengambil tanggung jawab atas perannya," katanya, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga: Menteri Kabinet Perang Israel Mundur, Sebut Netanyahu Gagal Menang Lawan Hamas
Dalam serangan saat itu, Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya sukses menyusup ke kota-kota Israel selatan dan menangkap ratusan orang sebagai tawanan perang.
Menurut Hamas, Operasi Badai al-Aqsa dilakukan sebagai respons terhadap berlanjutnya pendudukan, penindasan, dan kebijakan apartheid Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur.
Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld, Kepala Divisi Gaza Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengumumkan pengunduran dirinya kemarin.
Rosenfeld mengakui kegagalannya dalam melindungi kota-kota dan desa-desa Israel di dekat Gaza pada 7 Oktober.
"Pada tanggal 7 Oktober, saya gagal dalam misi hidup saya untuk melindungi komunitas perbatasan Gaza. Setiap orang harus mengambil tanggung jawab atas perannya," katanya, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga: Menteri Kabinet Perang Israel Mundur, Sebut Netanyahu Gagal Menang Lawan Hamas
Dalam serangan saat itu, Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya sukses menyusup ke kota-kota Israel selatan dan menangkap ratusan orang sebagai tawanan perang.
Menurut Hamas, Operasi Badai al-Aqsa dilakukan sebagai respons terhadap berlanjutnya pendudukan, penindasan, dan kebijakan apartheid Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur.
Lihat Juga :