Terkonfirmasi, Israel Dalang Kudeta terhadap Morsi di Mesir

Sabtu, 06 April 2019 - 04:10 WIB
Terkonfirmasi, Israel...
Terkonfirmasi, Israel Dalang Kudeta terhadap Morsi di Mesir
A A A
TEL AVIV - Israel ternyata berada di balik kudeta terhadap Mohamed Morsi, presiden pertama Mesir yang terpilih melalui pemilu yang demokratis. Morsi yang didukung faksi Ikhwanul Muslimin digulingkan tahun 2013.

Jenderal militer Tel Aviv, Aryeh Eldad, dalam sebuah artikel di surat kabar Maariv mengonfirmasi bahwa Israel mengatur kudeta militer terhadap Morsi.

"Pecahnya revolusi Januari bertepatan dengan penilaian keamanan Israel bahwa Presiden terpilih Mohamed Morsi, seorang pria Ikhwanul Muslim, bermaksud untuk membatalkan perjanjian damai dengan Israel dan mengirim lebih banyak pasukan militer Mesir ke Semenanjung Sinai," tulis Eldad.

"Pada tahap itu, Israel cepat dan mengaktifkan alat diplomatiknya, dan mungkin bahkan sarana yang lebih besar, untuk membawa Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa di Mesir, dan meyakinkan pemerintah Amerika Serikat saat itu di bawah Presiden Barack Obama untuk tidak menentang langkah ini," lanjut Eldad.

Dalam artikelanya, Eldad menekankan Perjanjian Camp David tak sesuai dengan espektasi Tel Aviv. "Bertentangan dengan semua harapan Israel, perjanjian Camp David, yang dibuat 40 tahun yang lalu, telah berlangsung selama beberapa dekade meskipun kurangnya perdamaian nyata antara kami dan Mesir, dan meskipun kegagalan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel, karena konflik ini bukan hanya geopolitik. Kami agak mengalami perang agama dengan Palestina dan Arab," papar Eldad.

Eldad menunjukkan bahwa masih terlalu dini untuk berbicara tentang kegunaan perjanjian damai dengan Mesir, 40 tahun setelah penandatanganan Perjanjian Camp David pada tahun 1979. "Bertentangan dengan harapan yang dikeluarkan ketika dibuat, perjanjian tersebut mampu bertahan dan dilanjutkan, tetapi penentang penarikan dari Sinai tidak salah saat itu, karena kami tidak memiliki perdamaian nyata dengan Mesir," imbuh dia.

Dia menambahkan bahwa Perjanjian Camp David adalah yang pertama dari jenisnya antara Israel dan negara Arab yang bermusuhan, yang kemudian menjadi negara Arab terbesar dan paling berbahaya."Itu mengakibatkan penarikan hingga milimeter terakhir menurut perbatasan internasional antara Mesir dan Israel, mengetahui bahwa saya tidak berharap bahwa (Anwar) Sadat akan memenuhi komitmennya pada perjanjian damai dengan Israel, tetapi saya juga salah," tulis Eldad, yang dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (6/4/2019).
(mas)
Berita Terkait
Bulan Depan, Maskapai...
Bulan Depan, Maskapai Mesir Mulai Penerbangan Langsung ke Israel
Siapa Anwar Sadat? Presiden...
Siapa Anwar Sadat? Presiden Mesir yang Mengakui Israel tapi Dimusuhi Rakyatnya Sendiri
Bersitegang, Ini Kekuatan...
Bersitegang, Ini Kekuatan Militer Israel vs Mesir
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Tolak Israel Raya, Menlu...
Tolak Israel Raya, Menlu Mesir Kunjungi Perbatasan Gaza
Ironis, Mesir Tekan...
Ironis, Mesir Tekan Imam Besar Al-Azhar Cabut Kecaman 'Israel Biang Kelaparan Gaza'
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
26 menit yang lalu
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
34 menit yang lalu
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
1 jam yang lalu
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
1 jam yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
2 jam yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved