Takut Jadi Sasaran Empuk Hamas, Tentara Israel Menyamar sebagai Pengungsi Palestina dalam Operasi Nuseirat
Minggu, 09 Juni 2024 - 16:02 WIB
loading...
Tentara Israel menyamar sebagai pengungsi ketika membebaskan sandera. Foto/AP
A
A
A
GAZA - Israel menggunakan taktik licik dalam operasi pembebasan sandera di Nuseirat, Gaza tengah. Mereka menyamar karena khawatir akan menjadi sasaran empuk pejuang Gaza yang sudah siaga.
Dua saksi mengatakan kepada Al Jazeera bagaimana satu unit tentara Israel tiba dengan truk yang membawa perabotan dan tampak seolah-olah mereka adalah pengungsi Palestina yang pindah ke sebuah bangunan tempat tinggal di kamp pengungsi Nuseirat.
“Mereka tiba dengan truk yang menyamar, berpura-pura sedang memindahkan perabotan seolah-olah mereka adalah pengungsi,” kata seorang saksi mata. “Mereka mengebom rumah saya, rumah saudara laki-laki saya, dan tetangga.”
Saksi lain mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel menggunakan tangga untuk masuk ke rumahnya saat dia sedang menyiapkan sarapan untuk istri dan bayinya.
“Saya melihat unit pasukan khusus. Ada perabotan di dalam kendaraan agar terlihat seperti milik para pengungsi. Tiba-tiba petugas itu keluar dari dua tangga dan masuk ke rumah kami dengan senjata lengkap. Kekacauan meletus dengan tembakan dan ledakan,” katanya.
“Bayi laki-laki saya yang berusia 18 bulan menangis ketakutan,” katanya. “Istri saya berteriak.”
Baca Juga: Akibat Salah Taktik Militer Israel, Beberapa Sandera Justru Tewas di Al Nuseirat
Dua saksi mengatakan kepada Al Jazeera bagaimana satu unit tentara Israel tiba dengan truk yang membawa perabotan dan tampak seolah-olah mereka adalah pengungsi Palestina yang pindah ke sebuah bangunan tempat tinggal di kamp pengungsi Nuseirat.
“Mereka tiba dengan truk yang menyamar, berpura-pura sedang memindahkan perabotan seolah-olah mereka adalah pengungsi,” kata seorang saksi mata. “Mereka mengebom rumah saya, rumah saudara laki-laki saya, dan tetangga.”
Saksi lain mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel menggunakan tangga untuk masuk ke rumahnya saat dia sedang menyiapkan sarapan untuk istri dan bayinya.
“Saya melihat unit pasukan khusus. Ada perabotan di dalam kendaraan agar terlihat seperti milik para pengungsi. Tiba-tiba petugas itu keluar dari dua tangga dan masuk ke rumah kami dengan senjata lengkap. Kekacauan meletus dengan tembakan dan ledakan,” katanya.
“Bayi laki-laki saya yang berusia 18 bulan menangis ketakutan,” katanya. “Istri saya berteriak.”
Baca Juga: Akibat Salah Taktik Militer Israel, Beberapa Sandera Justru Tewas di Al Nuseirat
Lihat Juga :