Senjata Buatan AS Digunakan Israel untuk Bantai Warga Palestina di Sekolah PBB

Jum'at, 07 Juni 2024 - 15:01 WIB
loading...
A A A
Setelah merilis laporan akhir tentang masalah tersebut bulan lalu, pemerintah AS mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Israel menggunakan senjata yang dipasok AS yang melanggar hukum internasional.

Namun, pada akhirnya pemerintah mengatakan tidak dapat membuat keputusan konkret, kesimpulan yang dikritik keras oleh para ahli hukum dan kelompok hak asasi manusia.

Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden menghentikan sementara pengiriman tunggal 1.800 bom seberat 2.000 pon (907 kg) dan 1.700 bom seberat 500 pon (227 kg) ke Israel, dengan pejabat AS mengutip penentangannya terhadap invasi Israel ke Rafah.

Sejak saat itu, Israel telah memimpin serangan militer di Rafah, dan pada 15 Mei, Biden mengumumkan AS akan mengirim lebih dari USD1 miliar dalam bentuk senjata dan amunisi tambahan ke Israel.

Pemerintah AS telah berulang kali mengatakan mereka menentang kematian warga sipil Palestina tetapi belum mengambil tindakan signifikan dalam menanggapi tindakan Israel dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza.

Israel telah membunuh lebih dari 36.600 warga Palestina di Gaza. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. AS menjadi pemasok senjata utama yang digunakan Israel untuk membunuh warga sipil Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Konflik AS-Iran Memanas,...
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan
Rekomendasi
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved