alexametrics

Rusia: Rencana Uji Coba Rudal Jadi Bukti AS yang Hancurkan INF

loading...
Rusia: Rencana Uji Coba Rudal Jadi Bukti AS yang Hancurkan INF
Rusia mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah adalah kelanjutan logis dari sikapnya. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Rusia mengatakan rencana Washington untuk menguji rudal yang dilarang oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) adalah kelanjutan logis" dari sikapnya. Moskow menyebut, ini juga membuktikan bahwa bukan Rusia, tapi AS yang sejatinya merusak perjanjian itu.

"Kami sangat tidak setuju dengan kecaman terhadap kami yang menyatakan bahwa kami tidak menepati janji kami tentang Perjanjian INF," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov seperti dilansir Tass pada Kamis (14/3).

"Sebaliknya, kami menunjukkan kepada semua, menggunakan argumen dan bukti, bahwa Justru AS yang menjadi sumber pembongkaran dokumen ini karena faktanya mereka yang melanggar. AS menggunakan sistem yang "secara de facto" melanggar ketentuan dasar Perjanjian INF," sambungnya.



Peskov kemudian mengatakan, bukan Rusia yang memasukkan anggaran penelitan dan pengembangan rudal yang dilarang oleh INF, tetapi AS.

"Tentu saja, implementasi penelitan dan pengembangan biasanya tidak mungkin tanpa uji coba. Itulah sebabnya, ini (rencana pengujian rudal) adalah kelanjutan logis dari situasi ini," ungkapnya.

Sebelumnya diwartakan, AS dilaporkan sedang bersiap untuk menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat dengan jangkauan sekitar 1.000 km (620 mil) pada Agustus mendatang.

"Kami akan menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat pada bulan Agustus," kata seorang pejabat senior Pentagon, yang menolak disebutkan namanya dan menambahkan Jika uji coba itu berhasil, maka rudal tersebut bisa dikerahkan dalam waktu sekitar 18 bulan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak