Israel Bombardir Rafah Tewaskan 35 Warga Palestina, Klaim Incar Komandan Hamas
Senin, 27 Mei 2024 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Israel mengatakan pihaknya ingin membasmi milisi Hamas yang bersembunyi di Rafah dan menyelamatkan sandera yang menurut mereka ditahan di wilayah tersebut, namun serangannya telah memperburuk penderitaan warga sipil dan menimbulkan kecaman internasional.
Pada hari Minggu, serangan Israel menewaskan sedikitnya lima warga Palestina di Rafah, menurut layanan medis setempat. Kementerian Kesehatan Gaza mengidentifikasi korban tewas adalah warga sipil.
Tank-tank Israel telah melakukan pengintaian di sekitar tepi Rafah, dekat titik persimpangan dari Gaza ke Mesir, dan telah memasuki beberapa distrik di bagian timur, kata penduduk, namun belum memasuki kota tersebut sejak dimulainya operasi di kota tersebut pada awal bulan ini.
Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz mengatakan roket yang ditembakkan dari Rafah membuktikan bahwa (Pasukan Pertahanan Israel) harus beroperasi di setiap tempat Hamas masih beroperasi.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengadakan penilaian operasional di Rafah di mana dia diberi pengarahan mengenai operasi pasukan di atas dan di bawah tanah. “Serta pendalaman operasi di wilayah tambahan dengan tujuan membongkar batalyon Hamas,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan.
Itamar Ben Gvir, seorang menteri keamanan publik garis keras yang bukan bagian dari Kabinet Perang Israel, mendesak tentara Israel untuk menyerang Rafah lebih keras. “[Serang] Rafah dengan kekuatan penuh,” serunya di X.
Hampir 36.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Israel melancarkan operasi tersebut setelah militan pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.
Pada hari Minggu, serangan Israel menewaskan sedikitnya lima warga Palestina di Rafah, menurut layanan medis setempat. Kementerian Kesehatan Gaza mengidentifikasi korban tewas adalah warga sipil.
Tank-tank Israel telah melakukan pengintaian di sekitar tepi Rafah, dekat titik persimpangan dari Gaza ke Mesir, dan telah memasuki beberapa distrik di bagian timur, kata penduduk, namun belum memasuki kota tersebut sejak dimulainya operasi di kota tersebut pada awal bulan ini.
Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz mengatakan roket yang ditembakkan dari Rafah membuktikan bahwa (Pasukan Pertahanan Israel) harus beroperasi di setiap tempat Hamas masih beroperasi.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengadakan penilaian operasional di Rafah di mana dia diberi pengarahan mengenai operasi pasukan di atas dan di bawah tanah. “Serta pendalaman operasi di wilayah tambahan dengan tujuan membongkar batalyon Hamas,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan.
Itamar Ben Gvir, seorang menteri keamanan publik garis keras yang bukan bagian dari Kabinet Perang Israel, mendesak tentara Israel untuk menyerang Rafah lebih keras. “[Serang] Rafah dengan kekuatan penuh,” serunya di X.
Hampir 36.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Israel melancarkan operasi tersebut setelah militan pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.
(mas)
Lihat Juga :