Filipina Buka Stasiun Mata-mata Baru di Dekat Taiwan Seiring Militerisasi AS

Jum'at, 24 Mei 2024 - 19:45 WIB
loading...
Filipina Buka Stasiun...
Stasiun Pemantauan Penjaga Pantai Filipina yang baru di Itbayat, Batanes. Foto/JAY TARRIELA/X
A A A
MANILA - Filipina telah membuka stasiun Penjaga Pantai baru di satu pulau yang menghadap Taiwan untuk meningkatkan pengawasan.

“Stasiun pemantauan di pulau Itbayat, provinsi Batanes utara, akan ditugaskan mengumpulkan data dan intelijen untuk meningkatkan kesadaran domain maritim dan memperkuat langkah-langkah keamanan di sepanjang Selat Luzon,” ungkap pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Ano.

Langkah strategis ini sejalan dengan rencana induk yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengimbangi ancaman yang dirasakan dari China.

Pejabat Filipina tersebut mengutip dugaan “peningkatan militer” Beijing di Selat Luzon dan kehadiran kapal penelitian dan/atau survei berbendera China.

Selat Luzon terletak di antara pulau Luzon di Filipina dan Taiwan. Itbayat berjarak sekitar 200 kilometer dari Tanjung Eluanbi, titik paling selatan di pulau Taiwan.

Taiwan telah diperintah secara independen dari China daratan sejak tahun 1949. Beijing memandang pulau itu sebagai provinsinya, sementara Taiwan, wilayah dengan pemerintahan terpilihnya sendiri, menyatakan Taiwan adalah negara otonom, namun tidak mendeklarasikan kemerdekaannya.

China menentang kontak resmi negara asing dengan Taipei dan menganggap kedaulatan Tiongkok atas pulau itu tidak dapat disangkal.

Baca juga: Terungkap, Iran Minta Tolong Drone Turki Cari Helikopter Presiden Raisi

Fasilitas baru Filipina tersebut diresmikan pada Kamis dalam upacara yang dipimpin Kepala Penjaga Pantai Filipina (PCG) Laksamana Ronnie Gil Gavan.

“Langkah ini akan berfungsi meningkatkan kemampuan PCG di wilayah yang sangat penting, yaitu di ujung utara negara; perbatasan rawan kita dan kita perlu memantau apa yang terjadi di sana,” ungkap juru bicara Laksamana Muda Armand Balilo kepada Philippine Daily Inquirer.

Waktu peresmian stasiun tersebut bertepatan dengan latihan militer besar-besaran China di sekitar Taiwan sebagai “hukuman keras” atas tindakan separatis pasukan “kemerdekaan Taiwan” dan “peringatan keras” terhadap campur tangan dan provokasi oleh “kekuatan eksternal.”

Dengan nama sandi Joint Sword 2024A, latihan yang dilakukan pada 23-24 Mei ini melibatkan berbagai dinas militer China meliputi angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan angkatan roket.

Latihan tersebut diadakan di Selat Taiwan, utara, selatan, dan timur Taiwan, serta wilayah di sekitar pulau Kinmen, Matsu, Wuqiu, dan Dongyin yang dikuasai Taiwan, sesuai dengan Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China.

Latihan China juga dilakukan ketika AS semakin memicu ketegangan di kawasan dengan serangkaian latihan militer gabungan.

Latihan perang Balikatan AS-Filipina pada April diadakan di dekat Laut China Selatan, tempat Beijing dan Manila mempunyai klaim teritorial.

China mengecam latihan tersebut karena hanya akan semakin memperburuk ketegangan regional.

“Filipina harus memahami bahwa menarik negara-negara di luar Laut China Selatan untuk mengerahkan kekuatan mereka dan memicu konfrontasi di kawasan hanya akan meningkatkan ketegangan dan merusak stabilitas kawasan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga memperingatkan Presiden saat ini Bongbong Marcos Jr tentang risiko bersujud kepada Amerika Serikat (AS), sambil menuduh Washington mencoba memprovokasi perang antara Filipina dan China.

“Filipina, sekutu utama AS di kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militernya, semakin dimiliterisasi oleh AS dalam upaya membentuk negara kepulauan itu menjadi proksi potensi konflik dengan China,” pungkas analis geopolitik kepada Sputnik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Trump Kecam Wasit Brasil...
Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!
Rekomendasi
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved