Pompeo Kecam Serangan Tentara Venezuela Terhadap Massa Oposisi
Senin, 25 Februari 2019 - 03:58 WIB
Pompeo Kecam Serangan Tentara Venezuela Terhadap Massa Oposisi
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengutuk pecahnya kekerasan yang menurutnya dilakukan oleh "preman" Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Kecaman ini datang setelah pasukan keamanan Venezuela menembak demonstran, menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.
“AS mengutuk serangan terhadap warga sipil di Venezuela yang dilakukan oleh preman Maduro. Serangan-serangan ini telah mengakibatkan kematian dan cedera,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.
“Simpati kami yang paling dalam kepada keluarga mereka yang telah meninggal karena tindakan kriminal ini. Kami ikut menuntut keadilan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (25/2).
Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza menuduh Pompeo mengatur pembakaran truk bantuan kemanusiaan Venezuela di perbatasan Kolombia.
Arreaza dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya mengatakan, AS dengan putus asa terus menerus mencari alasan untuk memulai perang melawan Caracas. Ini termasuk dengan pembakaran dua truk bantuan kemanusiaan di titik perbatasan Venezuela-Kolombia, Urena.
"Pompeo, spesialis CIA dalam serangan palsu, berpikir bahwa ia akan membodohi dunia dengan truk yang dibakar di Kolombia oleh agennya sendiri. Pompeo dan para pembunuh bayarannya mati-matian mencari sebuah sebab untuk perang. Hari ini, operasi gagal. Jika Anda ingin menemukan orang yang membakar truk dengan bantuan kemanusiaan palsu, cari mereka di antara staf Anda (Pompeo) sendiri," ucapnya.
“AS mengutuk serangan terhadap warga sipil di Venezuela yang dilakukan oleh preman Maduro. Serangan-serangan ini telah mengakibatkan kematian dan cedera,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.
“Simpati kami yang paling dalam kepada keluarga mereka yang telah meninggal karena tindakan kriminal ini. Kami ikut menuntut keadilan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (25/2).
Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza menuduh Pompeo mengatur pembakaran truk bantuan kemanusiaan Venezuela di perbatasan Kolombia.
Arreaza dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya mengatakan, AS dengan putus asa terus menerus mencari alasan untuk memulai perang melawan Caracas. Ini termasuk dengan pembakaran dua truk bantuan kemanusiaan di titik perbatasan Venezuela-Kolombia, Urena.
"Pompeo, spesialis CIA dalam serangan palsu, berpikir bahwa ia akan membodohi dunia dengan truk yang dibakar di Kolombia oleh agennya sendiri. Pompeo dan para pembunuh bayarannya mati-matian mencari sebuah sebab untuk perang. Hari ini, operasi gagal. Jika Anda ingin menemukan orang yang membakar truk dengan bantuan kemanusiaan palsu, cari mereka di antara staf Anda (Pompeo) sendiri," ucapnya.
(esn)