alexametrics

Bocor, Video Pemimpin Arab Mengecilkan Masalah Palestina

loading...
Bocor, Video Pemimpin Arab Mengecilkan Masalah Palestina
Beredar sebuah video sejumlah pejabat Teluk Arab mengecilkan masalah Palestina dalam KTT Timur Tengah di Warsawa, Polandia. Foto/Istimewa
A+ A-
WARSAWA - Kantor Perdana Menteri Israel merilis video pertemuan tertutup antara Benjamin Netanyahu dengan para pejabat senior Teluk Arab. Dalam video tersebut, para pejabat Teluk Arab mengecilkan konflik Israel-Palestina, membela hak Israel untuk mempertahankan diri, dan menggambarkan Iran sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian regional.

Video itu seakan memberikan gambaran kontak yang sering dibanggakan Israel, namun jarang terlihat di depan umum. Video tampaknya direkam menggunakan ponsel dan tidak jelas siapa yang mengambilnya.

Kantor Netanyahu secara singkat memuat video tersebut di Youtube untuk sekelompok kecil wartawan sebelum dengan cepat menghapusnya.



Tidak jelas apakah Netanyahu, yang mencalonkan diri kembali dalam pemilu, bermaksud membocorkan informasi atau terjadi kekeliruan. Tetapi keputusan untuk merekam video itu mengindikasikan para pejabat Teluk, yang pemerintahnya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, belum menyetujui perilisannya.

Video 25 menit yang diedit menunjukkan serangkaian komentar yang dibuat oleh pejabat dari Bahrain, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada diskusi panel konferensi keamanan yang disponsori Amerika Serikat (AS) di Warsawa. Sekitar 60 negara berpartisipasi dalam pertemuan itu, yang sangat terfokus pada upaya melawan pengaruh Iran yang berkembang di kawasan itu.

Menteri luar negeri Bahrain, Khalid Al Khalifa, membuat beberapa komentar, mengatakan bahwa Iran adalah ancaman yang jauh lebih besar bagi keamanan regional daripada konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

"Kami tumbuh besar berbicara tentang perselisihan Palestina-Israel sebagai masalah yang paling penting," katanya dalam video tersebut.

"Tapi kemudian pada tahap selanjutnya, kami melihat tantangan yang lebih besar. Kami melihat yang lebih beracun, bahkan yang paling beracun dalam sejarah modern kita, yang berasal dari Republik Islam, dari Iran," sambungnya seperti dikutip dari AP, Jumat (15/2/2019).

Dia kemudian mengecam "rezim neo-fasis" di Teheran, menuduhnya merencanakan serangan di negaranya dan mengganggu kestabilan Yaman, Suriah dan Irak. Dia juga mengatakan bahwa uang beracun, senjata dan prajurit kaki Republik Islam telah menghambat kemajuan dalam upaya perdamaian Israel-Palestina.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak