Militer Iran Habiskan Rp111,6 T Lawan Musuh Beranggaran Rp1.395 T

Rabu, 06 Februari 2019 - 05:54 WIB
Militer Iran Habiskan...
Militer Iran Habiskan Rp111,6 T Lawan Musuh Beranggaran Rp1.395 T
A A A
TEHERAN - Iran membanggakan diri sebagai negara yang tidak lagi ketergantungan pada Amerika Serikat (AS) dan berubah jadi kekuatan utama di Asia Barat Daya. Negara para Mullah itu juga bangga dengan anggaran pertahanan USD8 miliar (Rp111,6 triliun) melawan musuh-musuh regionalnya yang anggaran pertahanannya rata-rata USD100 miliar (Rp1.395 triliun).

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Baqeri menyampaikan kebanggan itu saat berbicara di Universitas Teknik Aeronautika Shahid Sattari pada hari Selasa (5/2/2019). Acara di kampus itu didedikasikan untuk perayaan ulang tahun ke-40 Revolusi Islam Iran.

Baqeri menggambarkan peristiwa revolusioner tahun 1979 sebagai "keajaiban Ilahi".

"Pada titik mana pun dalam sejarah, musuh-musuh revolusi melakukan apa pun yang mereka miliki," tetapi tidak berhasil," kata Baqeri, yang disiarkan stasiun televisi setempat.

"Ini adalah kehormatan besar bagi bangsa Iran bahwa hari ini telah berubah menjadi kekuatan utama di Asia Barat Daya setelah mengalami dua abad penghinaan," ujar Baqeri, merujuk pada "era kelam" di bawah rezim Shah Pahlavi yang didukung AS.

Menurut Baqeri, Iran berutang kepada pasukan bersenjatanya terkait keamanan negara. Berkat pasukan militer, kata dia, negara menikmati stabilitas meski berada di kawasan paling tidak aman di dunia.

Dia juga membanggakan industri militer Iran yang memungkinkan negara itu untuk melawan musuh-musuh regional seperti Arab Saudi Saudi, Uni Emirat Arab dan Israel, yang rata-rata menghabiskan USD100 miliar per tahun untuk belanja militer.

Komandan militer tersebut juga meledek AS karena anggaran militernya yang besar. "Setiap tahun, lebih dari USD700 miliar (Rp9.768 triliun) dihabiskan oleh Angkatan Bersenjata AS, yang tidak memiliki perencanaan yang tepat," katanya, dikutip Sputnik, Rabu (6/2/2019).

Baqeri mengatakan dengan anggaran pertahanan sekitar USD8 miliar per tahun, Iran mampu memproduksi hampir 90 persen perangkat keras militernya di dalam negeri.

Pada hari Sabtu lalu, militer Teheran meluncurkan rudal jelajah baru yang dinamai Hoveyzeh. Misil itu diklaim memiliki jangkauan lebih dari 1.350km, dan kemampuan terbang di ketinggian rendah untuk mencegah intersepsi.

Situs intelijen militer Israel, DEBKAfile, memperingatkan bahwa rudal yang dapat mencapai wilayah Israel, mungkin tidak dapat dicegat atau diintersepsi oleh sistem pertahanan rudal Israel atau pun AS.
(mas)
Berita Terkait
Trump Prediksi Saudi...
Trump Prediksi Saudi dan Iran Ikuti Langkah UEA Terkait Israel
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Fasilitas Nuklir Iran...
Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS, Arab Saudi Pantau Efek Radiasinya
Panglima IRGC: Israel-Arab...
Panglima IRGC: Israel-Arab Saudi Bersekongkol dengan AS dan Barat Melawan Iran
Dilema Arab Saudi, Bela...
Dilema Arab Saudi, Bela Siapa Jika Iran-Israel Perang Habis-habisan?
Pompeo: AS Keras terhadap...
Pompeo: AS Keras terhadap Iran Kunci Normalisasi Arab Saudi-Israel
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
3 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
5 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
6 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
7 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved