Situasi Laut China Selatan Menegangkan, Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam

Rabu, 19 Agustus 2020 - 04:19 WIB
loading...
A A A
“Baru September lalu ada perselisihan antara patroli penangkapan ikan Malaysia dan Vietnam di lepas pantai Terengganu. Kita juga harus ingat bahwa (Hanoi) masih berusaha untuk membuat Uni Eropa mencabut kartu kuningnya untuk penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur karena alasan seperti itu," ujarnya.

Menurut Koh, Thailand juga terpengaruh dengan serentetan laporan baru-baru ini tentang pasukan maritim Thailand yang menangkap kapal-kapal penangkap ikan Vietnam.

Laut China Selatan penuh dengan aksi penangkapan ikan ilegal, di mana Vietnam serta China memiliki industri perikanan yang lebih berkembang, dan keduanya dianggap sebagai pemain kunci.

Vietnam telah menerima ganjaran penegakan hukum terhadap penangkapan ikan ilegal oleh China, di mana kapal pengiriman Vietnam tenggelam pada bulan April lalu setelah bertabrakan dengan kapal penjaga pantai China.

Perselisihan lain adalah larangan memancing musim panas Beijing di perairan yang diklaimnya di atas garis paralel ke-12—termasuk daerah dekat Beting Scarborough, Kepulauan Paracel, dan Teluk Tonkin—yang menurut para nelayan Vietnam dan Filipina tidak berada dalam yurisdiksi maritim China.

Beijing mengatakan larangan itu, yang dimulai pada 1 Mei dan berakhir pada hari Minggu, diperlukan untuk menjaga stok ikan dan makanan laut. (Baca juga: Soal Laut China Selatan, Malaysia Tak Mau Terseret Konflik AS vs China )

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan , dengan mengatakan memiliki hak historis atas fitur tanah dan perairan di daerah tersebut. Namun sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei mengatakan pernyataan Beijing bertentangan dengan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) tahun 1982.

"Insiden seperti yang terjadi pada hari Minggu, yang dapat berdampak negatif pada hubungan Malaysia-Vietnam, menjadi gangguan ketika 'ada ikan yang lebih besar untuk digoreng' sehubungan dengan sengketa Laut China Selatan ," papar Koh.

Insiden itu, kata analis, juga berfungsi sebagai pengingat bahwa banyak negara penggugat di Asia Tenggara memiliki masalah luar biasa yang harus diselesaikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
Koruptor Terbesar China...
Koruptor Terbesar China Menilap Rp6,8 Triliun Dieksekusi Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved