China Klaim Usir Kapal Perang AS dari Pulau Sengketa Laut China Selatan

Minggu, 12 Mei 2024 - 11:52 WIB
loading...
A A A
“Lebih jauh lagi, hukum internasional tidak mengizinkan Negara kontinental, seperti RRC, untuk menetapkan garis pangkal di seluruh gugusan pulau yang tersebar. Dengan garis pangkal ini, RRC berupaya untuk mengeklaim lebih banyak wilayah perairan pedalaman, laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen dibandingkan dengan yang dimilikinya berdasarkan hukum internasional.”

Operasi kapal perang USS Halsey adalah manuver pertama Angkatan Laut AS tahun ini di wilayah tersebut, setelah empat manuver pada tahun 2023, yang dilakukan oleh FONOP USS Hopper di Kepulauan Paracel pada bulan November.

Pernyataan China menyertakan gambar para pelaut China sedang mengamati kapal USS Halsey saat berlayar di Laut China Selatan. Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke itu sebelumnya berlayar melalui Selat Taiwan pada hari Rabu, memicu protes dari Beijing.

Pada tanggal 8 Mei, Pentagon merilis laporan tahunan yang merinci semua FONOP yang dilakukan pada tahun fiskal 2023—1 Oktober hingga 30 September.

“Pasukan AS secara operasional menantang 29 klaim maritim berlebihan yang diajukan oleh 17 negara pengeklaim berbeda di seluruh dunia,” katanya.

Dokumen tersebut merinci ketidaksepakatan dengan berbagai persyaratan hukum yang diberlakukan oleh Kamboja, Kolombia, Kroasia, China, Republik Dominika, Iran, Jepang, Latvia, Maladewa, Malta, Oman, Rusia, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, Vietnam, dan Yaman .
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Kapal Perang China Tembaki...
Kapal Perang China Tembaki Armada Angkatan Laut Selandia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved