Hamas Tingkatkan Pertempuran, Bantai 4 Tentara Israel
Sabtu, 11 Mei 2024 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Hamish Young, koordinator darurat senior di Jalur Gaza untuk badan anak-anak PBB, mengatakan pada pengarahan virtual, “Selama lima hari, tidak ada bahan bakar dan hampir tidak ada bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza, dan kami sedang berupaya keras.”
“Ini sudah menjadi masalah besar bagi masyarakat dan semua pelaku kemanusiaan, namun dalam hitungan hari, jika tidak diperbaiki, kekurangan bahan bakar dapat menghentikan operasi kemanusiaan,” papar dia.
Pihak administrasi rumah sakit Martir al-Aqsa mengatakan akan menghentikan operasinya dalam waktu 48 jam jika tidak menerima lebih banyak bahan bakar.
Rumah sakit di Deir al-Balah, Gaza tengah, adalah fasilitas medis besar terakhir yang tersisa di Jalur Gaza setelah Rumah Sakit al-Shifa dan Nasser dihancurkan Israel.
“Kami mendesak badan-badan PBB dan lembaga-lembaga internasional memasok bahan bakar ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa sesegera mungkin sebelum terlambat,” papar pernyataan pengelola rumah sakit tersebut.
“Kami menyerukan intervensi segera dan mendesak untuk memasok bahan bakar ke semua rumah sakit dan merehabilitasi serta memulihkannya sebelum terjadi bencana kemanusiaan yang merenggut nyawa ribuan orang,” ungkap dia.
Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths mengatakan pada Kamis bahwa warga sipil di Gaza “kelaparan dan terbunuh” sementara badan-badan bantuan “dicegah membantu mereka”.
“Persediaan kami terhenti. Tim kami terjebak,” tulis dia di X. “Inilah Gaza saat ini, bahkan setelah 7 bulan kengerian.”
Baca juga: Majelis Umum Dukung Jalur Menuju Anggota Penuh Palestina di PBB
“Ini sudah menjadi masalah besar bagi masyarakat dan semua pelaku kemanusiaan, namun dalam hitungan hari, jika tidak diperbaiki, kekurangan bahan bakar dapat menghentikan operasi kemanusiaan,” papar dia.
Pihak administrasi rumah sakit Martir al-Aqsa mengatakan akan menghentikan operasinya dalam waktu 48 jam jika tidak menerima lebih banyak bahan bakar.
Rumah sakit di Deir al-Balah, Gaza tengah, adalah fasilitas medis besar terakhir yang tersisa di Jalur Gaza setelah Rumah Sakit al-Shifa dan Nasser dihancurkan Israel.
“Kami mendesak badan-badan PBB dan lembaga-lembaga internasional memasok bahan bakar ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa sesegera mungkin sebelum terlambat,” papar pernyataan pengelola rumah sakit tersebut.
“Kami menyerukan intervensi segera dan mendesak untuk memasok bahan bakar ke semua rumah sakit dan merehabilitasi serta memulihkannya sebelum terjadi bencana kemanusiaan yang merenggut nyawa ribuan orang,” ungkap dia.
Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths mengatakan pada Kamis bahwa warga sipil di Gaza “kelaparan dan terbunuh” sementara badan-badan bantuan “dicegah membantu mereka”.
“Persediaan kami terhenti. Tim kami terjebak,” tulis dia di X. “Inilah Gaza saat ini, bahkan setelah 7 bulan kengerian.”
Baca juga: Majelis Umum Dukung Jalur Menuju Anggota Penuh Palestina di PBB
(sya)
Lihat Juga :