Momen Pesawat Bomber Rusia Terbelah Dua dan Meledak Jadi Bola Api

Senin, 28 Januari 2019 - 11:19 WIB
Momen Pesawat Bomber...
Momen Pesawat Bomber Rusia Terbelah Dua dan Meledak Jadi Bola Api
A A A
MOSKOW - Sebuah video detik-detik jatuhnya pesawat pembom (bomber) Tu-22M2 Rusia saat akan mendarat di Kutub Utara pada pekan lalu telah beredar. Pesawat itu terlihat terbelah menjadi dua dan meledak menjadi bola api "pembunuh" tiga awak.

Insiden terjadi ketika Tu-22M3 hendak mendarat di landasan bersalju. Ada empat awak di dalam pesawat, tiga di antaranya tewas.

Rekaman video dramatis itu menunjukkan pesawat mendekati landasan dengan kecepatan cukup tinggi dan telah roda telah menyentuh landasan.

Namun, pesawat memantul dan mulai terbelah. Dalam sekejap pesawat meledak menjadi dua bola api. Bagian kokpit terpental dari bagian lain pesawat tersebut.

Video diambil dari pangkalan udara Olenya di lingkaran Arktik (Kutub Utara).

Pejabat pertahanan Rusia mengatakan Tu-22M3 tersebut sedang dalam penerbangan pelatihan dan tidak bersenjata. Namun, laporan lain yang belum dikonfirmasi menyatakan ada rudal di dalamnya.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa komandan pesawat Mayor Alexey Guryev kehilangan kendali saat mendarat di pangkalan udara terpencil tersebut.

Kokpit yang rusak kemudian terlihat berbaring miring di lapangan bersalju, dalam jarak yang belum diketahui dari sisa reruntuhan yang terlihat gosong.

Guryev, 37, meninggal di tempat kejadian. Sebuah penghargaan telah diberikan kepada kapten pesawat tersebut dan dua penerbang lainnya yang ikut tewas, yakni co-pilot Konstantin Mazunin dan navigator Viktor Greyf.

Sebuah pesan emosional untuk menghormati Greyf, 43, yang meninggal ketika ia dilarikan ke rumah sakit, telah di-posting putranya yang masih remaja di media sosial.

"Anda adalah pahlawan saya! Anda yang terbaik!," tulis putra korban, Kirill, 17.

Navigator lain, Maxim Rylkov selamat dari kecelakaan itu dilaporkan dalam kondisi terluka parah.

Guryev—ayah satu anak—berasal dari dinasti pilot angkatan udara Rusia dan mengikuti jejak ayahnya yang bernama German.

Putra Guryev yang berusia delapan tahun juga dinamai German, nama yang sama dengan kakeknya.

Ada kritik yang tersirat terhadap kru dalam laporan kecelakaan yang bocor dua hari setelah insiden. Laporan itu menyatakan kapten pesawat memungkinkan pendaratan pesawat tanpa leveling.

"Pesawat yang tidak seimbang itu kemudian terbelah dengan terjadi tumbukan dan mulai hancur" bunyi laporan yang bocor tersebut, seperti dikutip Daily Mirror, Senin (28/1/2019).

Kokpit dan sisa-sisa pesawat yang terbakar terlepas satu sama lain. "Para kru tidak menanggapi perintah tim manajemen penerbangan," lanjut laporan tersebut. "Badan pesawat terbakar."

Ada juga klaim yang menyebut kapten pesawat bersikeras mendarat meskipun didesak untuk menggunakan pangkalan udara lain.

"Saat ini, semua versi yang mungkin dari insiden tersebut, termasuk kerusakan teknis, sedang dipertimbangkan," kata sumber militer Rusia.

Kecelakaan itu terjadi di pangkalan udara Olenya, dekat Olenegrosk, di Semenanjung Kola sekitar 57 mil selatan kota Murmansk.

Pakar penerbangan Vadim Lukashevich percaya bahwa kecelakaan itu kemungkinan disebabkan oleh embusan angin vertikal yang tiba-tiba menghantam pesawat sebelum mendarat.

Pembom Tupolev—sebuah pesawat yang beroperasi sejak era Soviet—dapat menyerang target 4.350 mil dari pangkalan, dan merupakan pesawat perang utama untuk disebar melawan militer Barat.

Pembom itu memiliki empat awak. Pesawat yang jatuh dilaporkan berusia 33 tahun dan mengalami perombakan besar pada tahun 2012.

Investigator militer telah memulai penyelidikan kecelakaan.

(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
3 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
44 menit yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
1 jam yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
1 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
2 jam yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved