AS Kirim Kapal Perang ke Selat Taiwan, China Marah
Kamis, 09 Mei 2024 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Armada ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Halsey melakukan transit rutin Selat Taiwan pada hari Rabu. “Melintasi perairan di mana kebebasan navigasi dan penerbangan di laut lepas berlaku sesuai dengan hukum internasional,” kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters, Kamis (9/5/2024).
Militer China menggambarkan pelayaran tersebut sebagai “kehebohan publik”, dan menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk memantau dan memperingatkan kapal AS sepanjang pelayarannya. “Dan menanganinya sesuai dengan hukum dan peraturan,” kata Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dalam sebuah pernyataan.
“Pasukan di teater selalu dalam siaga tinggi dan akan dengan tegas membela kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional.”
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa kapal AS berlayar ke selatan melalui selat tersebut dan pasukan Taiwan telah memantau situasi namun tidak melihat adanya kelainan.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan hanya masyarakat pulau tersebut yang dapat menentukan masa depannya.
Lai, yang saat ini menjabat wakil presiden, telah berulang kali menawarkan untuk berbicara dengan China tetapi ditolak.
Militer China menggambarkan pelayaran tersebut sebagai “kehebohan publik”, dan menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk memantau dan memperingatkan kapal AS sepanjang pelayarannya. “Dan menanganinya sesuai dengan hukum dan peraturan,” kata Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dalam sebuah pernyataan.
“Pasukan di teater selalu dalam siaga tinggi dan akan dengan tegas membela kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional.”
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa kapal AS berlayar ke selatan melalui selat tersebut dan pasukan Taiwan telah memantau situasi namun tidak melihat adanya kelainan.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan hanya masyarakat pulau tersebut yang dapat menentukan masa depannya.
Lai, yang saat ini menjabat wakil presiden, telah berulang kali menawarkan untuk berbicara dengan China tetapi ditolak.
Lihat Juga :