Update Israel Invasi Rafah: 35 Warga Sipil Palestina Tewas, Brigade al-Qassam Cs Melawan
Kamis, 09 Mei 2024 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Artileri dan helikopter Zionis juga menargetkan wilayah timur lingkungan Al-Zaytoun, tenggara Kota Gaza, dan wilayah Al-Mughraqa di tengah Jalur Gaza, di tengah tembakan hebat dari kendaraan tentara Zionis di poros Persimpangan Martir Netzarim.
Sementara itu, Quds News Network melaporkan bahwa helikopter Israel melepaskan tembakan ke wilayah timur kota Rafah, di tengah peringatan dari berbagai lembaga internasional.
Sementara itu, sayap militer Hamas Brigade al-Qassam dan kelompok perlawanan Palestina lainnya terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Zionis Israel yang menembus poros pertempuran di timur Rafah.
Brigade al-Qassam, Brigade al-Quds, dan Brigade Syuhada al-Aqsa mengonfirmasi pertempuran sengit tersebut.
Brigade al-Qassam mengatakan pasukannya menargetkan situs militer di sebelah timur poros Netzarim dengan mortir kaliber berat, serta markas pasukan pendudukan di poros Netzarim, bersama dengan Brigade Martir Jihad Jibril.
Sementara itu, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Tal Heinrich, mengatakan militer negaranya memutuskan untuk melanjutkan operasi di Rafah untuk menerapkan lebih banyak tekanan militer terhadap Hamas.
Sementara itu, Quds News Network melaporkan bahwa helikopter Israel melepaskan tembakan ke wilayah timur kota Rafah, di tengah peringatan dari berbagai lembaga internasional.
Brigade al-Qassam Melawan
Sementara itu, sayap militer Hamas Brigade al-Qassam dan kelompok perlawanan Palestina lainnya terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Zionis Israel yang menembus poros pertempuran di timur Rafah.
Brigade al-Qassam, Brigade al-Quds, dan Brigade Syuhada al-Aqsa mengonfirmasi pertempuran sengit tersebut.
Brigade al-Qassam mengatakan pasukannya menargetkan situs militer di sebelah timur poros Netzarim dengan mortir kaliber berat, serta markas pasukan pendudukan di poros Netzarim, bersama dengan Brigade Martir Jihad Jibril.
Sementara itu, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Tal Heinrich, mengatakan militer negaranya memutuskan untuk melanjutkan operasi di Rafah untuk menerapkan lebih banyak tekanan militer terhadap Hamas.
Lihat Juga :