4 Dampak Buruk Demonstrasi Pro-Palestina di Kampus AS bagi Joe Biden pada Pemilu 2024

Kamis, 09 Mei 2024 - 19:55 WIB
loading...
A A A
Meskipun ia berkarir panjang di politik Partai Demokrat, Zogby mengatakan ia dan para pemimpin Arab-Amerika lainnya belum pernah diundang ke Gedung Putih untuk bertemu sejak bulan November, bahkan ketika gerakan anti-Biden yang kuat telah berkembang di komunitas mereka.

“Kalau mereka melakukan sosialisasi, mereka harus bersedia mendengar kabar buruk,” katanya. “Mungkin mereka tidak mau melakukan itu.”

4. Konvensi Chicago Akan Berujung Kericuhan

4 Dampak Buruk Demonstrasi Pro-Palestina di Kampus AS bagi Joe Biden pada Pemilu 2024

Foto/AP

Mungkin ketakutan terbesar di kalangan pendukung Biden adalah terulangnya kekerasan pada konvensi Partai Demokrat tahun 1968, ketika polisi bentrok dengan pengunjuk rasa anti-Perang Vietnam dalam sebuah insiden yang kemungkinan besar berkontribusi pada kemenangan pemilu Richard Nixon.

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal tersebut adalah dengan berhenti mengerahkan polisi untuk membubarkan perkemahan protes. Jika peristiwa tahun 1960-an mengajarkan kita sesuatu, maka pengiriman polisi akan cenderung menyemangati para pengunjuk rasa dan memperburuk situasi, menurut sejarawan Mitchell Hall dari Central Michigan University.

Para pejabat kemudian menyalahkan polisi atas kekerasan yang terjadi pada konvensi tersebut, namun masyarakat Amerika pada saat itu hanya melihat kekacauan di jalanan, catat Hall.

Memang benar, pola tersebut telah terjadi lagi dalam beberapa minggu terakhir. Para pendukung Partai Republik dan pro-Israel memanfaatkan gambar-gambar kekerasan dalam protes tanpa menyadari bahwa semua itu terjadi setelah polisi atau pasukan Garda Nasional dipanggil. Penangkapan awal di Columbia berperan dalam keputusan mahasiswa untuk menyita sebuah gedung. , mengacu pada protes era tahun 1960-an yang kini dipuji oleh universitas.

Sebaliknya, respons yang tidak terlalu disertai kekerasan telah memungkinkan para administrator untuk mencapai kesepakatan dengan para pengunjuk rasa, sehingga menghasilkan resolusi damai di Northwestern, Brown, dan Rutgers.

Namun kekerasan politik cenderung menyebar, seperti yang terjadi pekan lalu ketika agitator pro-Israel menyerang kamp solidaritas Gaza di UCLA, melukai sedikitnya 15 pengunjuk rasa. Dan akan semakin sulit untuk menutup situasi jika Israel menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina terdesak sejak dimulainya perang.

Potensi bentrokan pada konvensi di Chicago bulan Agustus ini membuat Partai Demokrat di Kongres khawatir bahwa kemungkinan terburuk belum terjadi, menurut Hassan el-Tayyab, direktur legislatif dari Friends Committee on National Legislation.

“Ada kekhawatiran bahwa hal ini bisa meluas ke DNC,” kata el-Tayyab. “Jika mereka tidak menyelesaikan masalah ini, akan terjadi kekacauan besar.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kabar Baik! 2 Kapal...
Kabar Baik! 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Jangan Coba-Coba, Ini...
Jangan Coba-Coba, Ini 3 Dampak Buruk Sleep Call Bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved