Batalkan Perjalanan ke Afghanistan, Trump Picu Kemarahan Kongres

Jum'at, 18 Januari 2019 - 22:50 WIB
Batalkan Perjalanan...
Batalkan Perjalanan ke Afghanistan, Trump Picu Kemarahan Kongres
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membatalkan rencana delegasi Kongres untuk melakukan perjalanan ke Afghanistan. Trump membatalkan perjalanan ke Afghanistan, yang termasuk pemberhentian di Brussels bagi anggota Kongres untuk bertemu dengan pejabat militer dan mitra NATO.

Tindakan tersebut sebagai balasan atas saran Ketua DPR Nancy Pelosi yang meminta pidato tahunan State of the Union ditunda sampai penutupan sebagian pemerintah selesai atau diserahkan secara tertulis.

Delegasi kongres sering menjadi kunci bagi anggota parlemen untuk membiasakan diri dengan masalah dan situasi di seluruh dunia, serta mengawasi apa yang dilakukan militer AS di bagian-bagian tertentu dunia.

Apa yang dilakukan oleh Trump pun memicu badai kemarahan para pembuat undang-undang baik dari Demokrat maupun Republik.

Pemimpin Mayoritas DPR, Steny Hoyer, menggambarkan keputusan Trump sebagai keputusan picik dan konyol dan mengatakan bahwa hal itu merendahkan kepresidenan, seperti yang hampir setiap hari terjadi.

Sementara Senator Republik Lindsey Graham, yang biasanya menjadi sekutu dekat Trump, mengeluarkan pernyataan pedas tentang langkah itu.

"Satu tanggapan yang tidak lazim, tidak layak untuk yang lain," kata Graham.

"Ancaman Ketua DPR Pelosi untuk membatalkan pidato State of the Union sangat tidak bertanggung jawab dan sangat politis. Presiden Trump menyangkal perjalanan militer Ketua DPR Pelosi untuk mengunjungi pasukan kami di Afghanistan, sekutu kami di Mesir dan NATO juga tidak pantas," sambungnya seperti dikutip dari Insider, Jumat (18/1/2019).

Seorang staf di dalam kantor Graham dapat mendengar teriakan sebagai tanggapan atas langkah Trump, sebuah sumber mengatakan kepada Insider.

Graham mengatakan sementara ia kecewa dengan bagaiman Pelosi menangani situasi pidato State of the Union, namun ia senang Ketua DPR ingin bertemu dengan pasukan AS dan mendengar dari komandan dan sekutu Washington.

"Saya berharap kepemimpinan politik kita dapat menemukan keinginan yang sama untuk bekerja untuk tujuan bersama seperti mereka yang melayani bangsa kita dalam seragam dan kapasitas lainnya," ujar Graham.

Seorang juru bicara Pelosi, Drew Hammill, mengatakan tujuan dari perjalanan Pelosi.

"Perjalanan itu adalah untuk menegaskan komitmen kuat Amerika Serikat terhadap aliansi NATO dan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pria dan wanita kami yang berseragam dalam seragam untuk layanan dan dedikasi mereka, dan untuk dapatkan briefing keamanan dan intelijen nasional yang kritis dari mereka yang ada di garis depan," tuturnya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
20 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved