Hamas Segera Tanggapi Proposal Gencatan Senjata Israel

Kamis, 02 Mei 2024 - 22:01 WIB
loading...
Hamas Segera Tanggapi...
Wanita Palestina Asmaa Al-Belbasi, berjalan kembali ke tempat penampungannya setelah membeli roti dari toko roti Al-Sharq yang baru dibuka kembali, berjalan melewati reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan militer Israel, di Kota Gaza, 24 April 2024.
A A A
JALUR GAZA - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan gerakan tersebut akan menanggapi proposal gencatan senjata yang diajukan Israel “segera”.

Dia menekankan perlunya menyetujui gencatan senjata permanen. Usulan Israel mencakup gencatan senjata selama 40 hari dan pertukaran tahanan warga Israel yang ditahan di Gaza dengan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Suhail Al-Hindi mengatakan kepada Agence France-Presse pada Rabu (1/5/2024) bahwa Hamas akan menyampaikan tanggapannya dengan jelas dalam waktu yang sangat singkat, meskipun dia tidak mengatakan secara pasti kapan hal itu diperkirakan akan terjadi.

“Pemerintah Israel, yang menyampaikan tawaran terbarunya kepada Hamas melalui mediator Mesir akhir pekan lalu, mengharapkan tanggapan pada Rabu malam,” ungkap seorang pejabat kepada Times of Israel.

Sumber yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan mediator Qatar mengharapkan tanggapan dari Hamas dalam satu atau dua hari.

Sumber tersebut mengklaim Israel telah membuat “konsesi” termasuk periode “tenang permanen” setelah penghentian awal pertempuran dan pertukaran tahanan. Namun, penarikan diri Israel dari Jalur Gaza masih menjadi kendala.

Al-Hindi menambahkan gerakan tersebut memiliki “keberatan” pada beberapa poin dalam proposal tersebut dan telah menyampaikan keberatan tersebut kepada pihak Mesir, namun diskusi terus berlanjut.

Baca juga: Perusahaan Mesir Raup Rp32 Miliar per Hari dari Warga Palestina yang Tinggalkan Gaza

Dia menambahkan, “Ada kepentingan besar dari Hamas dan semua faksi perlawanan Palestina untuk mengakhiri perang gila terhadap rakyat Palestina, yang telah menghabiskan segalanya. Namun, itu tidak akan dikenakan biaya apa pun.”

“Hamas, dalam keadaan apa pun tidak boleh mengibarkan bendera putih atau menyerah pada syarat musuh Israel,” ujar dia.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken bahwa tuntutan Hamas untuk mengakhiri perang di Gaza tidak akan mengarah pada kesepakatan pertukaran tahanan.

Dia menegaskan kembali ancamannya menyerang Rafah, menurut situs Walla, yang mengutip pejabat Israel dan AS.

Netanyahu rupanya mengatakan kepada Blinken bahwa Israel tidak setuju menghentikan perang, dan invasi ke Rafah “tidak bergantung pada apa pun.”

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah “akan menunggu tanggapan hingga Rabu malam” sebelum “mengambil keputusan” tentang pengiriman utusan ke Kairo.

Upaya mediasi menghentikan perang Gaza meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul proposal baru, yang dinegosiasikan antara Tel Aviv dan Kairo, yang mencakup apa yang digambarkan media Israel sebagai “konsesi besar.”

Proposal Israel untuk pertukaran tawanan tidak mencakup janji mengakhiri perang, melainkan “menyelesaikan perjanjian mengenai pengaturan yang diperlukan untuk mengembalikan ketenangan yang berkelanjutan dan mengumumkan pemberlakuannya sebelum memulai pertukaran tahanan dan tawanan antara kedua pihak."

Delegasi Hamas meninggalkan Kairo pada Senin malam, setelah bertemu dengan Intelijen Umum Mesir untuk membahas proposal gencatan senjata baru, dan akan kembali “segera” untuk menyampaikan tanggapan akhir gerakan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved