Perusahaan Mesir Raup Rp32 Miliar per Hari dari Warga Palestina yang Tinggalkan Gaza

Kamis, 02 Mei 2024 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Perkiraan ini tidak memperhitungkan potensi keuntungan yang diperoleh dalam empat bulan pertama perang, ketika bisnis penyeberangan Rafah belum dimonopoli Hala.

Tidak ada catatan publik mengenai keuntungan Hala antara tanggal 7 Oktober, saat perang dimulai, dan akhir Januari.

Menurut Duta Besar Palestina di Kairo, Diab Allouh, diperkirakan 80.000-100.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza melalui Mesir sejak perang dimulai.

Pendapatan yang diperoleh Hala dan perusahaan Organi lainnya tidak tunduk pada pengawasan apa pun, dan tidak ada catatan publik yang tersedia untuk meneliti di mana uang tersebut dibelanjakan atau siapa yang memperoleh manfaat darinya.

Mohannad Sabry, penulis Mesir dan pakar Sinai, mengatakan tidak mengherankan jika negara Mesir tidak melakukan apa pun untuk menghentikan Organi mengambil keuntungan dari keputusasaan rakyat Palestina.

“Organi adalah kedok bagi bisnis milik negara dan militer serta kebijakan mereka di Mesir. Dia adalah roda penggerak dalam mesin gelap dan korup yang beroperasi dengan impunitas,” ujar dia kepada MEE.

Masalah dengan aktivitas bisnis Organi, menurut Sabry, adalah hal itu merupakan bagian dari sistem ekonomi yang lebih besar dan tidak jelas yang dikendalikan militer Mesir.

Menggambarkan sistem ini sebagai “kotak hitam”, Sabry mengatakan tidak hanya rincian cara kerjanya yang masih menjadi misteri, namun tak seorang pun di Mesir diperbolehkan mencari informasi tentang sistem tersebut.

Organi adalah sekutu presiden dan militer Mesir, dan secara luas dianggap sebagai tokoh suku dan bisnis paling berpengaruh di semenanjung Sinai, menurut laporan Middle East Eye sebelumnya.

Pada Januari 2022, Sisi menunjuk Organi sebagai anggota Otoritas Pembangunan Sinai, badan negara yang memiliki kendali eksklusif atas kegiatan pembangunan dan konstruksi di semenanjung tersebut.

Badan keamanan Mesir pada awal April menahan aktivis yang memprotes Organi dan perusahaannya yang mengambil keuntungan dari warga Palestina yang rentan.

Beberapa orang menghadapi tuduhan “menyebarkan berita palsu” dan “berkolaborasi dengan kelompok teroris” karena ikut serta dalam demonstrasi.

Eksploitasi Jahat


Mesir telah berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat Palestina.

Pada Februari, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry membantah pemerintahnya memaafkan biaya transfer penyeberangan yang dikenakan Hala.

Dalam wawancara dengan Sky News, dia mengatakan, “Pemerintah sudah menyelidiki hal ini dan akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terlibat dalam kegiatan tersebut.”

“Seharusnya tidak ada keuntungan yang diambil dari situasi ini untuk keuntungan moneter,” papar dia.

Namun, dua bulan kemudian, Hala terus membebankan biaya yang sangat mahal kepada warga Palestina yang melarikan diri dari perang, yang memaksa banyak orang mengatur kampanye pendanaan online untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk mendapat keselamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
12 Negara yang Menolak...
12 Negara yang Menolak Ide Relokasi Warga Gaza oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved