Pengirim Paket ke Kantor Diplomatik Terancam 10 Tahun Penjara

Jum'at, 11 Januari 2019 - 13:38 WIB
Pengirim Paket ke Kantor...
Pengirim Paket ke Kantor Diplomatik Terancam 10 Tahun Penjara
A A A
SYDNEY - Kepolisian Australia mendakwa Savas Avan, pengirim 38 paket berisi bahan berbahaya ke berbagai konsulat dan kedutaan besar asing. Lebih dari sepuluh kantor diplomatik asing menerima paket mencurigakan pada Rabu (9/1/2019), termasuk misi diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Melbourne.

“Savas Avan, 49, didakwa mengirim bahan berbahaya melalui layanan pos dan pelanggaran ini memiliki ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata pernyataan Kepolisian Federal Australia (AFP) dilansir Reuters.

Kepolisian menyatakan paket-paket itu berisi asbes, bahan bangunan yang pernah populer dapat menyebabkan kanker serta sakit paru-paru. Kepolisian menemukan 29 paket yang dikirim dan sisanya akan dicegat sebelum sampai ke alamat tujuan. Kepolisian tidak memberikan rincian tambahan tentang bagaimana asbes itu dibungkus atau apa motif pengiriman paket itu.

Media Australia menyatakan paket-paket itu tampak berisi kantong plastik semen dan asbes dengan tulisan “asbestos” di salah satu kantong. Surat kabar The Age menyatakan seorang pemadam kebakaran terlihat di luar Konsulat Korea Selatan (Korsel) membawa tas plastik besar dengan kata “asbestos” tertulis di tas itu.

Misi diplomatik lain di Melbourne yang menerima paket itu, antara lain Denmark, Mesir, Yunani, India, Italia, Jepang, Pakistan, Spanyol, Swiss, dan Thailand.

Avan akan dihadirkan di pengadilan pada Maret mendatang. “Tidak ada ancaman pada masyarakat umum,” kata pernyataan AFP.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menyatakan, pihaknya telah mengirim email ke semua misi diplomatik di Canberra pekan ini setelah tiga pejabat di ibu kota dan Sydney menerima paket mencurigakan. “Pesan itu berisi imbauan pada semua misi diplomatik untuk menangani surat sesuai protokol dan instruksi pemerintahan mereka sendiri,” ujar juru bicara DFAT. (Muh Shamil)


(nfl)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
2 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
7 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
8 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved