alexametrics

Australia Ciduk Terduga Pengirim 38 Paket Mencurigakan

loading...
Australia Ciduk Terduga Pengirim 38 Paket Mencurigakan
Polisi Australia menangkap terduga pengirim 38 paket mencurigak ke sejumlah konsulat dan kedubes negara asing di Canberra, Melbourne dan Sydney. Foto/Istimewa
A+ A-
CANBERRA - Pihak kepolisian federal Australia, AFP, mengatakan seorang pria telah ditangkap karena mengirim 38 paket mencurigakan ke konsulat dan kedutaan besar di Canberra, Melbourne dan Sydney. Pihak berwenang juga menyatakan tidak ada ancaman berkelanjutan bagi publik.

Pria berusia 48 tahun itu dituduh mengirim benda berbahaya untuk dibawa oleh layanan pos, sebuah pelanggaran yang berujung pada ancaman hukuman penjara maksimum 10 tahun.

Paket-paket itu diyakini mengandung zat tak dikenal yang bersumber dari rumah pria itu di Shepparton, sekitar 200 km utara Melbourne, kata polisi.



"Pengujian forensik akan dilakukan pada mereka untuk menentukan komposisi yang tepat dari bahan di dalamnya," kata AFP dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/1/2019).

Pihak berwenang mengatakan mereka telah memeriksa 29 parsel, meyakini akan menemukan apapun dari paket yang tersisa.Pria yang ditangkap itu akan menghadapi pengadilan di Melbourne pada hari Kamis.
Polisi mengirimkan sejumlah tim ke beberapa konsulat pada hari Rabu setelah menerima laporan terkait paket mencurigakan dari staf. Beberapa paket dilaporkan diberi label asbes. Isi paket itu masih diidentifikasi. Tidak ada laporan tentang kecelakaan yang terjadi pada staf.

Pihak berwajib terlihat di konsulat milik Inggris, AS, Swiss, Pakistan, India, Yunani, Korea Selatan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Swiss dan Prancis, media Australia melaporkan.

Pemerintah Australia telah mengeluarkan peringatan kepada misi asing pada hari Selasa tentang kiriman mencurigakan, setelah penemuan tiga paket sebelumnya.

"Catatan itu menyarankan misi untuk menangani surat sesuai dengan protokol dan instruksi pemerintah mereka sendiri," kata Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam sebuah pernyataan.
(ian)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak