alexametrics

Ucapkan Bye-bye, Trump Walk Out dari Pertemuan dengan Demokrat

loading...
Ucapkan Bye-bye, Trump Walk Out dari Pertemuan dengan Demokrat
Presiden AS Donald Trump walk out dari pertemuan singkat dengan Partai Demokrat terkait tembok perbatasan dan pembukaan kembali pemerintah. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, walk out dari pembicaraan dengan para pemimpin kongres asal Partai Demokrat terkait pendanaan tentang tembok perbatasan dengan Meksiko dan membuka kembali pemerintah. Trump menyebut pertemuan di Gedung Putih tersebut hanya membuang-buang waktu.

Pada hari ke-19 penutupan sebagian pemerintah disebabkan oleh perselisihan terkait tembok perbatasan, pertemuan singkat yang mencakup Trump, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer berakhir dengan sengit tanpa ada tanda-tanda resolusi.

"Baru saja meninggalkan pertemuan dengan Chuck (Schumer) dan Nancy (Pelosy), buang-buang waktu saja," tulis Trump di Twitter.



"Saya bertanya apa yang akan terjadi dalam 30 hari jika saya dengan cepat membuka semuanya, apakah Anda akan menyetujui Keamanan Perbatasan yang mencakup Tembok atau Penghalang Baja?" tulis Trump lagi.

"Nancy berkata, TIDAK. Saya mengatakan selamat tinggal, tidak ada yang berhasil!” tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/1/2018).

Demokrat yang jengkel menyebut perilaku Trump sebagai "kemarahan" dan mengatakan pertemuan itu gagal ketika mereka menolak berkomitmen untuk mendanai tembok perbatasan selatan yang diusulkannya. Keinginan Trump untuk tembok antara Amerika Serikat dan Meksiko adalah tema sentral dari kampanye presiden 2016-nya.

"Itu adalah presiden Amerika Serikat yang pemarah," kata Pelosi kepada wartawan ketika dia kembali ke Capitol.

"Seseorang yang akan mengatakan: Saya akan menutup pemerintahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun kecuali jika saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Itu bukan cara demokrasi bekerja, dan itu sangat menyedihkan," sambungnya

Sementara Schumer mengatakan bahwa Trump telah "marah-marah."

"Itu menyedihkan dan tidak menguntungkan. Kami ingin mencapai kesepakatan. Kami percaya pada keamanan perbatasan. Kami memiliki pandangan yang berbeda," jelasnya.

Kegagalan dalam pembicaraan dapat memperkuat kemungkinan bahwa Trump akan mengumumkan darurat nasional untuk membangun tembok di perbatasan selatan jika tidak ada kesepakatan dengan Kongres yang dapat dicapai atas permintaannya sebesar USD5,7 miliar untuk proyek tersebut.

Sebelumnya pada hari Rabu, Trump mengatakan dia memiliki wewenang untuk mengumumkan keadaan darurat nasional yang akan membiarkannya membangun tembok dengan dana militer. Wakil Presiden Mike Pence mengatakan kepada wartawan Trump masih mempertimbangkan opsi itu.

"Saya pikir presiden membuat posisinya sangat jelas hari ini: bahwa tidak akan ada kesepakatan tanpa tembok," kata Pence saat ditanya apa yang didapat Trump dengan walk out.

Tak lama setelah pertemuan Gedung Putih bubar, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikontrol Demokrat mengeluarkan undang-undang untuk mengakhiri penutupan sebagian Departemen Keuangan dan beberapa lembaga lain yang telah ditutup sejak 22 Desember lalu, tanpa uang untuk tembok perbatasan.

Tetapi tidak ada indikasi bahwa Senat, yang dikendalikan oleh Republik, akan memberikan suara pada RUU tersebut.
(ian)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak