Klaim sebagai Aktivis Kristen, Wanita Ini Bakar Al-Qur'an di Swedia
Senin, 29 April 2024 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Sandberg juga mem-posting cuplikan video dan foto dari demonstrasi tersebut di akun X miliknya, di mana dia mengaku sebagai “pendeta, pengusir setan, dan ahli demonologi serta aktivis dan pejuang melawan agama setan dalam Islam".
Pembakaran Al-Qur'an yang dilakukannya setidaknya merupakan yang kedua kalinya pada tahun ini.
Ada banyak protes serupa di Swedia sejak tahun 2023, ketika politisi sayap kanan Denmark Rasmus Paludan, yang juga memegang kewarganegaraan Swedia, membakar kitab suci Islam di depan Kedutaan Turki pada bulan Januari 2023.
Pihak berwenang Swedia mengecam tindakan tersebut, namun sebagian besar masih mengizinkan tindakan seperti itu, dengan alasan undang-undang negara tersebut menjamin hak atas kebebasan berekspresi.
Berdasarkan Undang-Undang Ketertiban Umum di negara tersebut, seseorang harus mengajukan izin dari polisi untuk melakukan protes, namun hanya dapat ditolak karena alasan keamanan.
Banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim mengecam pembakaran tersebut sebagai tindakan Islamofobia, dan Türki bahkan mengatakan kepada Swedia bahwa mereka akan memblokir rencana aksesi NATO selama mereka mengizinkan penistaan Al-Quran.
Pembakaran Al-Qur'an yang dilakukannya setidaknya merupakan yang kedua kalinya pada tahun ini.
Ada banyak protes serupa di Swedia sejak tahun 2023, ketika politisi sayap kanan Denmark Rasmus Paludan, yang juga memegang kewarganegaraan Swedia, membakar kitab suci Islam di depan Kedutaan Turki pada bulan Januari 2023.
Pihak berwenang Swedia mengecam tindakan tersebut, namun sebagian besar masih mengizinkan tindakan seperti itu, dengan alasan undang-undang negara tersebut menjamin hak atas kebebasan berekspresi.
Berdasarkan Undang-Undang Ketertiban Umum di negara tersebut, seseorang harus mengajukan izin dari polisi untuk melakukan protes, namun hanya dapat ditolak karena alasan keamanan.
Banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim mengecam pembakaran tersebut sebagai tindakan Islamofobia, dan Türki bahkan mengatakan kepada Swedia bahwa mereka akan memblokir rencana aksesi NATO selama mereka mengizinkan penistaan Al-Quran.
Lihat Juga :