AS Diam-diam Kerahkan Rudal Canggih ATACMS ke Ukraina untuk Melawan Rusia
Kamis, 25 April 2024 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada pagi hari tanggal 17 April, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukannya telah menyerang pangkalan udara di Dzhankoy, Crimea. Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari klaim tersebut.
Zelensky telah lama menginginkan rudal jarak jauh. Menurut pejabat anonim yang dikutip dalam laporan Reuters, Pentagon pada awalnya menentang, namun berubah pikiran setelah Rusia menggunakan rudal balistik yang diduga dipasok oleh Korea Utara dan mulai menargetkan infrastruktur energi Ukraina.
“Kami memperingatkan Rusia tentang hal-hal itu,” kata pejabat tersebut. “Mereka memperbarui penargetan mereka.”
Menurut pejabat tersebut, Biden disarankan untuk mengirim rudal jarak jauh oleh Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Charles Q Brown.
Laporan media-media AS menyebutkan ATACMS diperoleh dari Lockheed Martin, bukan dari persediaan Pentagon, dan dibayar dengan “tabungan” yang diketahui pada bulan Maret, ketika beberapa kontrak militer dilaporkan dikirimkan dengan harga kurang dari nilai penawaran awal.
Zelensky telah lama menginginkan rudal jarak jauh. Menurut pejabat anonim yang dikutip dalam laporan Reuters, Pentagon pada awalnya menentang, namun berubah pikiran setelah Rusia menggunakan rudal balistik yang diduga dipasok oleh Korea Utara dan mulai menargetkan infrastruktur energi Ukraina.
“Kami memperingatkan Rusia tentang hal-hal itu,” kata pejabat tersebut. “Mereka memperbarui penargetan mereka.”
Menurut pejabat tersebut, Biden disarankan untuk mengirim rudal jarak jauh oleh Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Charles Q Brown.
Laporan media-media AS menyebutkan ATACMS diperoleh dari Lockheed Martin, bukan dari persediaan Pentagon, dan dibayar dengan “tabungan” yang diketahui pada bulan Maret, ketika beberapa kontrak militer dilaporkan dikirimkan dengan harga kurang dari nilai penawaran awal.
Lihat Juga :