China Frustrasi atas Latihan Gabungan AS Bersama Filipina dan Jepang di Indo-Pasifik

Selasa, 23 April 2024 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Di Laut China Selatan, China telah membangun pelabuhan, instalasi militer, dan landasan udara di Kepulauan Paracel (Hoang Sa) dan Spratly (Trương Sa).

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, China telah memperoleh kendali de facto atas tujuh fitur maritim di Kepulauan Spratly dan membangun struktur militer di tujuh fitur maritim tersebut. Mereka juga telah mengerahkan pesawat jet tempur, rudal jelajah, dan sistem radar di Pulau Woody.

Selama beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut PLA, Coast Guard, dan Milisi Maritim China telah berulang kali mengganggu Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) masing-masing di Laut China Selatan.

Dipersenjatai dengan kapal-kapal militer yang lebih besar dan lebih berat, Coast Guard China telah melakukan kunjungan yang lebih sering dan invasif ke ZEE tersebut. Langkah-langkah ini lebih sering mengakibatkan pertemuan dekat dengan Angkatan Laut negara-negara Asia Tenggara.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Nikkei Asia, Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez memperingatkan bahwa bentrokan antara kapal Filipina dan China di Laut China Selatan dapat memicu konflik besar kapan saja.

Dia juga mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa Laut China Selatan “adalah titik konfliknya, bukan Taiwan. Dan (jika) sesuatu terjadi di wilayah kami, itu seperti awal perang lainnya, perang dunia.”

Namun demikian, dalam situasi geopolitik global yang berubah dengan cepat, kemunculan China sebagai ancaman terhadap stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Memperdalam keselarasan strategis yang dilakukan Amerika dengan Jepang dan Filipina atau dengan Australia dan mitra lainnya merupakan respons terhadap dorongan agresif China di kawasan.

Karena China menolak untuk berperilaku secara bertanggung jawab dalam langkah buta mereka dalam melakukan ekspansionisme, masuk akal bagi AS dan mitra aliansinya untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina melalui pertemuan puncak trilateral mereka telah menciptakan momentum anti-China—secara militer dan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved