Polandia Ingin Tampung Senjata Nuklir AS, Rusia: Itu Target Sah!

Selasa, 23 April 2024 - 07:17 WIB
loading...
Polandia Ingin Tampung...
Polandia ingin menjadi tuan rumah senjata nuklir AS, Rusia mengancam akan menjadikannya target sah jika terjadi konflik Moskow-NATO. Foto/Senior Airman Sarah Post/US Air Force via AP
A A A
MOSKOW - Polandia, negara NATO yang juga tetangga Rusia, menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah senjata nuklir Amerika Serikat (AS).

Moskow memperingatkan bahwa fasilitas penampung senjata berbahaya itu akan menjadi target sah jika terjadi konflik Rusia-NATO.

Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan kepada harian lokal Fakt bahwa dia telah membahas masalah penempatan senjata nuklir Amerika di negaranya.

“Saya harus mengakui bahwa ketika ditanya tentang hal ini, saya menyatakan kesiapan kami,” katanya, menyalahkan apa yang disebutnya sebagai militerisasi Moskow di wilayah barat Kaliningrad.

Baca Juga: Negara Tetangga Rusia Ini Siap Tampung Senjata Nuklir AS

Duda juga menjelaskan bahwa sebagai anggota NATO, Polandia mempunyai kewajiban tertentu. “Dalam hal ini, kami hanya menerapkan kebijakan bersama," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut pernyataan Duda sebagai provokasi, yang menurutnya tidak terlalu mengejutkan.

“Pemerintah Polandia telah lama merahasiakan ambisi mereka untuk menyerap senjata nuklir AS yang ditempatkan di Eropa,” katanya kepada RIA Novosti, yang dilansir Selasa (23/4/2024).

Dia mengatakan lebih lanjut bahwa Warsawa ingin aset-aset tersebut memainkan peran tertentu dalam kebijakannya yang sangat bermusuhan terhadap Rusia.

“Tidak sulit untuk berasumsi bahwa jika senjata nuklir Amerika muncul di wilayah Polandia, fasilitas terkait akan segera dimasukkan sebagai target yang sah jika terjadi konflik militer langsung dengan NATO,” lanjut Zakharova.

Langkah potensial yang diinginkan Polandia tersebut akan menempatkan persenjataan nuklir NATO di perbatasan Belarusia, sekutu utama Moskow, serta Kaliningrad.

Saat ini, AS memiliki senjata nuklir yang ditempatkan di lima negara anggota NATO: Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Türki.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dirinya jika AS melanjutkan penempatan senjata nuklir di Polandia.

Jika AS memang menempatkan senjatanya di Polandia, kata Peskov, militer Rusia akan menganalisis kenyataan baru yang menempatkan senjata tersebut lebih dekat ke wilayahnya.

“Bagaimanapun, mereka [militer] akan mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin keamanan kami,” kata Peskov, tanpa menjelaskan secara spesifik.

Pernyataan Duda muncul setelah Rusia menempatkan senjata nuklir taktis di Belarusia tahun lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan langkah tersebut sebagai respons terhadap keputusan Inggris untuk memasok amunisi depleted uranium ke Ukraina.

Putin juga menyebutkan bahwa AS telah menempatkan banyak senjata nuklirnya di Eropa selama beberapa dekade.

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengancam akan menggunakan persenjataan nuklirnya, dan bahwa perang nuklir tidak boleh dilakukan.

Namun bulan lalu, Putin memberi isyarat bahwa Moskow siap menghadapi skenario seperti itu “dari sudut pandang militer dan teknis".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved