Yandex Rusia Tak Sengaja Ungkap Pangkalan Rahasia di Turki dan Israel

Kamis, 13 Desember 2018 - 05:01 WIB
Yandex Rusia Tak Sengaja...
Yandex Rusia Tak Sengaja Ungkap Pangkalan Rahasia di Turki dan Israel
A A A
WASHINGTON - Layanan pemetaan digital Rusia, Yandex.Maps, tak sengaja mengungkap lokasi pangkalan militer rahasia yang ada di Israel dan Turki. Fasilitas militer yang diungkap itu pangkalan Incirlik yang menjadi area penempatan bom nuklir Amerika Serikat (AS).

Seperti Google, Yandex menyediakan peta mendetail tentang seluruh dunia, termasuk tampilan jalan dan informasi tentang kemacetan lalu lintas.

Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) melaporkan bahwa layanan pemetaan Rusia melakukan blunder dengan mengungkapkan lokasi yang tepat dari ratusan fasilitas militer di Israel dan Turki, serta dua pangkalan militer NATO dengan mengaburkan titik fasilitas tersebut. Pengaburan itu justru menjadi tanda lokasi fasilitas militer yang semestinya dirahasiakan.

Menurut peneliti FAS, Matt Korda, beberapa bagian dari pangkalan militer rahasia di Israel dan Turki diungkap dengan ditampilkan secara kabur.

Yandex sendiri telah mengonfirmasi masalah itu dalam sebuah pernyataan."Informasi tentang benda-benda seperti itu, yaitu, lokasi mereka di darat, berada di domain publik. Misalnya, di peta resmi Israel," kata perusahaan layanan peta tersebut.

"Di negara-negara tempat kami mengembangkan layanan kami, kami secara khusus memantau secara ketat pembaruan peta dan kepatuhan terhadap standar organisasi pengatur lokal. Objek pada citra satelit menjadi buram sehingga tidak mungkin untuk melihatnya. Pada saat yang sama, informasi tentang lokasi mereka tersedia untuk umum, termasuk di peta lain," lanjut pernyataan itu, dikutip Sputnik, Kamis (13/12/2018).

FAS, yang melihat sajian pemetaan Yandex, mengklaim mampu mengidentifikasi banyak situs militer, termasuk lapangan terbang besar, pelabuhan, bungker, bangunan kecil di daerah perkotaan yang tidak ditandai dalam layanan dari Google.

Menurut FAS, beberapa lokasi fasilitas militer yang disajikan Yandex merupapakan fasilitas rahasia. Secara total, FAS mengaku menemukan sekitar 300 titik fasilitas militer.

"Termasuk dalam daftar situs yang kaburkan Yandex setidaknya dua fasilitas NATO; Allied Land Command (LANDCOM) di Izmir, dan Incirlik Air Base, yang menjadi tuan rumah kontingen terbesar bom nuklir B61 di setiap pangkalan NATO," kata Korda.

Korda mengatakan tidak ada lokasi fasilitas Rusia yang dikaburkan oleh Yandex. "Termasuk fasilitas nuklirnya, basis kapal selam, pangkalan udara, tempat peluncuran, atau sejumlah pangkalan militer asing di Eropa Timur, Asia Tengah, atau Timur Tengah," paparnya.

Lebih lanjut Korda menyebutkan dalam laporan FAS bahwa hampir seluruh wilayah Suriah digambarkan dalam resolusi yang sangat rendah, sehingga hampir tidak mungkin untuk menggunakan layanan Yandex untuk analisis citra Suriah.

Menurut peneliti tersebut, Google Earth juga sesekali mengaburkan bagian-bagian peta atas permintaan pemerintah terkait. "Yang ingin menjauhkan mata dari beberapa situs militer atau politik yang lebih sensitif," katanya.

Camp Gilot, markas unit Korps Intelijen Israel, berada di antara beberapa situs yang dikaburkan di situs Yandex.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Negara NATO: AS Sudah...
Negara NATO: AS Sudah Menjadi Pelayan Israel
Purnawirawan Laksamana...
Purnawirawan Laksamana Desak Turki Tinggalkan NATO, Ini Alasannya
Mampukah NATO Bertahan...
Mampukah NATO Bertahan Tanpa Kehadiran AS? Ya, Eropa Akan Bergantung pada Turki
4 Alasan Turki Terus...
4 Alasan Turki Terus Menunda Upaya Swedia Menjadi Anggota NATO
Berita Terkini
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
24 menit yang lalu
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
51 menit yang lalu
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
1 jam yang lalu
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
2 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved