3 Pemimpin Iran yang Ditakuti Israel, Ada Keturunan Nabi Muhammad
Jum'at, 19 April 2024 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Seiring waktu, namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat Iran. Pada 2014, ia dipromosikan menjadi jaksa agung Iran hingga tahun 2016.
Sekitar 2017, Raisi mencalonkan diri sebagai presiden untuk pertama kalinya. Namun, ia hanya memperoleh kurang dari 16 juta suara atau 38% dalam pemilu.
Kemudian, ia kembali mencalonkan diri pada 2021. Terlepas dari berbagai tudingan yang muncul Raisi berhasil menang.
Pada penampilannya, Raisi sering menggunakan turban hitam. Hal ini biasa dikenali sebagai simbol bahwa orang yang bersangkutan adalah Sayyid, keturunan dari Nabi Muhammad.
Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Iran. Jabatan tersebut telah ditempati sejak 1989.
Berbekal statusnya, Khamenei memiliki kekuasaan yang melampaui presiden. Maka dari itu, ia pun punya pengaruh dan peran yang sangat menonjol dalam mengatur berbagai aspek kehidupan di Iran.
![3 Pemimpin Iran yang Ditakuti Israel, Ada Keturunan Nabi Muhammad]()
Melihat ke belakang, perannya sebagai pendukung Revolusi Islam Iran pada 1979 membawanya ke panggung politik yang lebih besar.
Setelah keberhasilan revolusi, ia ditunjuk menjadi anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran hingga Wakil Menteri Pertahanan.
Sekitar 2017, Raisi mencalonkan diri sebagai presiden untuk pertama kalinya. Namun, ia hanya memperoleh kurang dari 16 juta suara atau 38% dalam pemilu.
Kemudian, ia kembali mencalonkan diri pada 2021. Terlepas dari berbagai tudingan yang muncul Raisi berhasil menang.
Pada penampilannya, Raisi sering menggunakan turban hitam. Hal ini biasa dikenali sebagai simbol bahwa orang yang bersangkutan adalah Sayyid, keturunan dari Nabi Muhammad.
2. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Iran. Jabatan tersebut telah ditempati sejak 1989.
Berbekal statusnya, Khamenei memiliki kekuasaan yang melampaui presiden. Maka dari itu, ia pun punya pengaruh dan peran yang sangat menonjol dalam mengatur berbagai aspek kehidupan di Iran.

Melihat ke belakang, perannya sebagai pendukung Revolusi Islam Iran pada 1979 membawanya ke panggung politik yang lebih besar.
Setelah keberhasilan revolusi, ia ditunjuk menjadi anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran hingga Wakil Menteri Pertahanan.
Lihat Juga :