Mengapa Perang Menyebar ke Negara Timur Tengah?

Senin, 15 April 2024 - 18:40 WIB
loading...
A A A
Jerman meningkatkan keamanan di sekitar institusi Yahudi

“Sekarang ada begitu banyak kekuatan yang berperan sehingga perang proksi mungkin akan terjadi dan akan menghancurkan,” kata pakar Timur Tengah Hasnain Kazim dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ARD.

Dan seperti yang ditunjukkan oleh banyak pengamat, bukan hanya strategi geopolitik negara-negara regional yang berperan dalam berbagai skenario. Kebencian selama berpuluh-puluh tahun, propaganda yang ditargetkan, dan meningkatnya disinformasi telah menciptakan campuran berbahaya yang semakin sulit dikendalikan.

5. Konflik Timur Tengah Tak Akan Berakhir

Seorang analis Iran mengatakan masih terlalu dini untuk berasumsi bahwa krisis Iran-Israel telah berakhir dan ancaman konflik regional masih ada meskipun belum ada tanggapan terhadap serangan Iran.

“Namun, masih terlalu dini untuk memberikan bantuan: kedua negara masih terus menunjukkan ancaman, dan Israel mungkin akan membalas serangan Iran dengan lebih banyak serangan. Kedua negara dapat terus saling bertukar serangan yang mengarah ke perang yang meluas yang melibatkan Amerika Serikat dan mencakup seluruh kawasan,” tulis Ali Vaez, direktur Proyek Iran di International Crisis Group, dalam Foreign Affairs, dilansir Al Jazeera.

“Jika Israel merespons dengan menyerang wilayah Iran, situasinya bisa berubah dengan cepat. Kedua negara mungkin akan terus-menerus terlibat dalam permusuhan langsung yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan semakin mengganggu stabilitas kawasan yang sudah berbahaya. Konflik seperti ini dapat menyebar dengan cepat.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved