Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Idulfitri di Gaza Temui Jalan Buntu

Senin, 08 April 2024 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak akan menuruti tuntutan “ekstrim” Hamas, meskipun para pejabat Israel telah mengisyaratkan kesediaannya untuk mengizinkan sebagian warga Palestina kembali ke Gaza utara.

Hamas membunuh 1.200 orang dalam serangannya di Israel selatan pada 7 Oktober, menurut penghitungan Israel. Lebih dari 33.100 warga Palestina tewas dalam respons Israel, kata pihak berwenang Gaza, sementara tentara Israel mengatakan lebih dari 600 tentaranya tewas dalam pertempuran.

Di bawah tekanan global untuk meringankan krisis kemanusiaan di Gaza dan membatalkan rencana untuk menyerbu Rafah, sebuah kota di perbatasan selatan dengan Mesir yang menampung lebih dari satu juta pengungsi, Israel mengatakan pada telah menarik lebih banyak tentara dari Gaza selatan.

Hal ini hanya menyisakan satu brigade di sana, namun Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan pasukan yang keluar akan bersiap untuk operasi di masa depan, termasuk "misi mereka yang akan datang di wilayah Rafah".

Rafah adalah tempat perlindungan terakhir bagi warga sipil Gaza yang mengungsi dari pasukan darat Israel dan, menurut Israel, merupakan benteng terakhir unit tempur Hamas.

"Israel melancarkan setidaknya lima serangan udara lagi di Rafah pada hari Senin, menyebabkan sejumlah orang terluka," kata warga.

Pembicaraan di Kairo menimbulkan kegelisahan di kalangan mitra ultra-nasionalis Netanyahu yang tidak ingin serangan ke Gaza dihentikan. Menteri kepolisian sayap kanan Itamar Ben-Gvir mengatakan bahwa jika Netanyahu mengakhiri perang "tanpa serangan luas terhadap Rafah untuk mengalahkan Hamas, ia tidak akan memiliki mandat untuk terus menjabat sebagai perdana menteri".

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved