Perusahaan Sepatu Malaysia Minta Maaf karena Membuat Sepatu High Heels dengan Logo Bertuliskan Lafaz Allah

Senin, 08 April 2024 - 15:55 WIB
loading...
Perusahaan Sepatu Malaysia...
Perusahaan sepatu Verns di Malaysia membuat logo berlafaz Allah. Foto/AP
A A A
KUALA LUMPUR - Sebuah perusahaan sepatu Malaysia telah meminta maaf dan berhenti menjual beberapa alas kaki mereka setelah beberapa umat Islam mengatakan logo tersebut menyerupai tulisan berlafaz Allah.

Vern’s Holdings mengatakan logo yang tertera di sol beberapa sepatu hak tinggi menggambarkan siluet tumit stiletto dengan balutan spiral di pergelangan kaki. Namun diakui bahwa kekurangan dalam desain mungkin menyebabkan logo disalahartikan. Dikatakan bahwa pihaknya segera bertindak untuk menghentikan penjualan sepatu tersebut dan memberikan pengembalian uang kepada pelanggan yang membelinya.

“Kami sama sekali tidak berniat merancang logo yang bertujuan meremehkan atau menghina agama atau kepercayaan apa pun,” kata Vern’s dalam pernyataan yang diposting di media sosial, dilansir AP. “Manajemen dengan rendah hati ingin meminta maaf dan memohon pengampunan. Kami mengharapkan belas kasihan sehingga kami dapat memperbaiki kesalahan ini.”

Kontroversi ini menyusul kehebohan bulan lalu atas kaus kaki yang bertuliskan kata “Allah” di rak-rak toko swalayan besar di Malaysia. Pemilik KK Mart dan perwakilan dari salah satu pemasoknya pada tanggal 26 Maret didakwa menyinggung perasaan keagamaan umat Islam, dan beberapa toko diserang dengan bom bensin kecil. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Agama adalah isu sensitif di Malaysia, di mana umat Islam merupakan dua pertiga dari total populasi 34 juta jiwa, dengan sebagian besar etnis Tionghoa dan India merupakan minoritas. “Allah,” kata Arab untuk Tuhan, dianggap suci bagi umat Islam di Malaysia dan banyak yang menganggap kata tersebut tidak pantas jika dikaitkan dengan kaki.

Masalah ini terungkap setelah postingan kritis di media sosial menyoroti kemiripan logo tersebut. Otoritas agama dan polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki masalah ini setelah menerima keluhan dari masyarakat.

Sementara itu, ketegangan masih terjadi terkait kasus sebelumnya. KK Mart Group, jaringan toko serba ada terbesar kedua di negara tersebut, mengatakan bahwa pemasok mengirimkan barang yang tidak disetujui oleh perusahaan untuk disimpan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Media Norwegia Pertanyakan...
Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar
Berita Terkini
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved