AS akan Bangun Gudang Senjata di Arktik Eropa

Jum'at, 05 April 2024 - 16:01 WIB
loading...
AS akan Bangun Gudang...
Kapal Pemecah Es/Kapal Penelitian Kutub Penjaga Pantai AS Healy memecahkan es di Arktik. Foto/Penjaga Pantai AS/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan membangun depot senjata besar-besaran di negara-negara Nordik setelah Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO baru-baru ini.

Pernyataan itu diungkap Letjen Christopher Mohan, wakil panglima Komando Materiel Angkatan Darat AS dalam wawancara dengan Breaking Defense.

Kedua negara tersebut mengajukan permohonan ke blok yang dipimpin AS pada Mei 2022, dengan alasan konflik Ukraina sebagai ancaman terhadap keamanan mereka.

Finlandia diterima dalam waktu singkat, namun pencalonan Swedia tertunda karena perselisihan dengan Turki dan kemudian Hongaria.

Meskipun Mohan tidak mengungkapkan kemungkinan lokasi baru, dia mencatat blok militer sedang mempertimbangkan masalah peralatan dan lokasi apa yang terbaik untuk wilayah utara dan Arktik.

“Penambahan mitra NATO mengubah lanskap keamanan dan tanggung jawab kami sebagai bagian dari NATO,” ujar jenderal itu kepada media di sela-sela simposium tahunan Asosiasi Angkatan Darat AS pada hari Jumat.

Norwegia bisa menjadi lokasi penyimpanan persenjataan NATO, menurut Mayjen AS Ronald Ragin, sebagaimana dikutip media.

NATO memiliki dua lokasi Army Prepositioned Stock (APS) di Jerman dan beberapa lokasi di Belanda, Polandia, Belgia dan Italia, menurut laporan Breaking Defense.

Mereka mencari lebih banyak lokasi “terutama di wilayah utara,” ketika ketegangan mengenai Ukraina meningkat, setelah Finlandia dan Swedia menjadi bagian dari organisasi tersebut, menurut outlet tersebut.

Menurut Mohan, Kepala Komando AS di Eropa Jenderal Christopher Cavoli mempelopori perubahan tersebut dan menyusun rencana yang akan “merangkul dan mengintegrasikan Finlandia serta Swedia ke dalam NATO, dan hal ini akan mendorong beberapa perubahan di lapangan.”

Baca juga: Profil Ismail Al-Zin, Komandan Anti-Tank Hizbullah yang Tewas Dirudal Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved