alexametrics

Malaysia Cari Bantuan Rusia untuk Pemeliharaan Jet Tempur

loading...
Malaysia Cari Bantuan Rusia untuk Pemeliharaan Jet Tempur
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum ASEAN di Singapura, Selasa (13/11/2018). Foto/Bernama
A+ A-
SINGAPURA - Malaysia sedang mencari bantuan Rusia untuk pemeliharaan pesawat-pesawat jet tempur yang dibeli dari Moskow. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Seperti yang Anda ketahui, kami telah membeli sejumlah pesawat Rusia dan saya pikir kami perlu belajar lebih banyak tentang cara memelihara dan memperbaiki pesawat," katanya saat pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa, di sela-sela pertemuan puncak ke-33 ASEAN.

Kementerian Pertahanan Malaysia telah mengoperasikan jet tempur Sukhoi Su-30MKM dan MiG-29. Militer negara tersebut sebelumnya mengalami masalah terkait pemeliharaan dan layanan jet-jet tempurnya.

Menteri Pertahanan Mohamad Sabu sebelumnya mengatakan bahwa hanya empat dari 18 jet tempur Sukhoi yang dapat terbang dengan baik. Sedangkan sisanya sedang diperbaiki.

Malaysia dan Rusia berharap dapat meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

"Hubungan antara Rusia dan Malaysia telah berkembang dan kami telah melakukan dengan cukup baik," kata Putin.

Pemimpin Kremlin itu menambahkan bahwa kedua negara telah melihat peningkatan yang signifikan dalam perdagangan dalam delapan bulan pertama, yakni lebih dari 60 persen.

“Masih banyak yang bisa dilakukan dan saya pikir lebih banyak lagi yang bisa dilakukan selama tahun-tahun sebelumnya. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan memiliki kesempatan untuk berbicara, untuk memiliki kesempatan dengan Anda," kata Putin kepada Mahathir melalui seorang penerjemah.

Sementara itu, Mahathir mengatakan pertemuan akan menjadi platform untuk melihat hubungan dengan Rusia dan berharap untuk meningkatkan perdagangan antarnegara.

"Perdagangan kami cukup bagus tetapi kami bisa berbuat lebih baik," katanya, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (14/11/2018).
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak