Sekutu Baru Dukung Macron soal Kerahkan Tentara NATO ke Ukraina
Senin, 01 April 2024 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Pendekatan ambigu yang dilakukan Paris terhadap masalah ini, kata dia, adalah pendekatan yang tepat. "Karena hal ini membuat Moskow terus menebak-nebak sejauh mana dukungan Barat terhadap Ukraina dan kesediaan negara-negara NATO untuk benar-benar terlibat konflik dengan Rusia," paparnya.
“Mengapa kita, terutama yang tidak mengetahui ke mana arah perang ini dan apa yang akan terjadi di masa depan, mengungkapkan semua rencana kita? Saya benar-benar tidak tahu,” lanjut dia.
Anggota lain yang lebih kecil dari blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS), Lithuania, telah menyatakan sentimen serupa, di mana Perdana Menteri Ingrida Simonyte juga memuji upaya Macron untuk mempertahankan “ambiguitas strategis” dengan Rusia.
“Yang saya sukai dari dua pengumuman Presiden Macron baru-baru ini adalah dia mengatakan mengapa kita harus menerapkan garis merah padahal [Presiden Rusia Vladimir] Putin pada dasarnya tidak memiliki garis merah?” katanya kepada FT.
Dalam beberapa minggu terakhir, Macron telah berulang kali mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh blok yang dipimpin AS, berulang kali membuat pernyataan yang bersifat agresif mengenai prospek pengiriman pasukan NATO ke Ukraina untuk melawan Rusia.
“Mengapa kita, terutama yang tidak mengetahui ke mana arah perang ini dan apa yang akan terjadi di masa depan, mengungkapkan semua rencana kita? Saya benar-benar tidak tahu,” lanjut dia.
Anggota lain yang lebih kecil dari blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS), Lithuania, telah menyatakan sentimen serupa, di mana Perdana Menteri Ingrida Simonyte juga memuji upaya Macron untuk mempertahankan “ambiguitas strategis” dengan Rusia.
“Yang saya sukai dari dua pengumuman Presiden Macron baru-baru ini adalah dia mengatakan mengapa kita harus menerapkan garis merah padahal [Presiden Rusia Vladimir] Putin pada dasarnya tidak memiliki garis merah?” katanya kepada FT.
Dalam beberapa minggu terakhir, Macron telah berulang kali mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh blok yang dipimpin AS, berulang kali membuat pernyataan yang bersifat agresif mengenai prospek pengiriman pasukan NATO ke Ukraina untuk melawan Rusia.
Lihat Juga :