Alasan Rusia Tak Percaya ISIS Dalang Serangan Teror Moskow

Jum'at, 29 Maret 2024 - 15:24 WIB
loading...
Alasan Rusia Tak Percaya...
Rusia tak percaya ISIS dalang serangan teror di Crocus, dekat Moskow. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - ISIS Khorasan atau ISIS-K mengeklaim bertanggung jawab atas serangan teror di gedung konser Balai Kota Crocus, pinggiran Moskow, Rusia, Jumat malam lalu.

Serangan mengerikan berupa penembakan massal dan pembakaran gedung konser ini awalnya menewaskan 137 orang di lokasi serangan. Korban bertambah menjadi 143 orang setelah beberapa korban luka meninggal di rumah sakit.

Klaim oleh ISIS-K—cabang ISIS di Afghanistan—muncul di media propaganda kelompok tersebut dan disebar melalui media sosial.

Dinas Keamanan Federal (FSB) menangkap sejumlah tersangka, termasuk empat pelaku pembantaian—semuanya etnis Tajikistan.

Pemerintah Rusia tak percaya serangan teroris itu didalangi ISIS-K. Presiden Vladimir Putin mengatakan serangan itu dilakukan oleh kelompok Islam radikal, tanpa mengamini klaim ISIS-K.

Baca Juga: Putin: Kelompok Islam Radikal Pelaku Serangan Teror Moskow, tapi....

Alasan Rusia Tak Percaya ISIS Dalang Serangan Teror Moskow

1. Rusia Tak Terlibat Perang Afghanistan


ISIS-K berbasis di Afghanistan, negara yang bertahun-tahun lalu diinvasi Amerika Serikat dan sekutunya.

Uni Soviet memang pernah berperang di Afghanistan di masa silam. Namun Soviet sudah bubar, dan Rusia yang sekarang beda dengan Soviet.

Klaim ISIS-K membingungkan dan meragukan. Jika motifnya dendam perang, semestinya Amerika dan sekutunya yang menjadi target potensial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved