Rusia Sebut AS Coba Mulai Kembali Perlombaan Senjata

Rabu, 24 Oktober 2018 - 20:21 WIB
Rusia Sebut AS Coba...
Rusia Sebut AS Coba Mulai Kembali Perlombaan Senjata
A A A
MOSKOW - Kremlin menyatakan, penarikan mundur Amerika Serikat (AS) dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) sebagai langkah yang sangat berbahaya. Kremlin menyebut, penarikan mundur itu sama saja dengan deklarasi AS untuk memulai kembali perlombaan senjata.

"Ini adalah niat yang sangat berbahaya. Efektif, ini merupakan pengumuman rencana untuk terlibat dalam perlombaan senjata dengan meningkatkan persenjataan yang sesuai," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Peskov, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (24/10), kemudian menuturkan bahwa dengan adanya pengumuman dari AS itu, Rusia akan secara alami memikirkan kepentingan keamanan nasionalnya.

Dia kemudian menyampaikan, dalam pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, disampaikan bahwa AS akan menyampaikan prosedur formal yang relevan untuk membatalkan perjanjian yang sudah berusia puluhan tahun dalam waktu dekat.

"Sejauh yang kami pahami, pihak AS telah membuat keputusan, dan itu akan meluncurkan prosedur formal untuk menarik diri dari perjanjian ini dalam waktu dekat," ungkapnya.

Sebelumnya, Uni Eropa (UE) mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk mematuhi INF. UE juga menyerukan untuk memastikan penerapannya secara penuh dan dapat diverifikasi.

Juru bicara UE, Maja Kocijancic dalam sebuah pernyataan mengatakan, Washington dan Moskow perlu tetap dalam dialog yang konstruktif untuk melestarikan perjanjian tersebut. "Di Eropa, INF, berkontribusi pada akhir Perang Dingin, ke akhir perlombaan senjata nuklir dan merupakan salah satu pilar arsitektur keamanan Eropa," ucap Kocijancic.

Jerman juga telah menyampaikan sikap tidak setuju atas keputusan AS mundur dari perjanjian INF. Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan, AS harus mempertimbangkan konsekuensinya untuk mundur dari perjanjian itu, baik untuk Eropa dan untuk upaya perlucutan senjata di masa depan.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
51 menit yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
1 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
3 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
10 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
11 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved