Rusia Ungkap Bagaimana AS Memfasilitasi Pembentukan Kelompok Teror Seperti ISIS

Selasa, 26 Maret 2024 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Putin: Serangan Teror Moskow Dapat Terkait Ukraina

“Saat itulah para pejuang Arab masuk ke wilayah ini, di antaranya adalah Syeikh Saudi Osama Bin Laden, pendiri al-Qaeda. Al-Qaeda sama yang membalas Amerika Serikat dengan serangan teror 9/11 yang menewaskan ratusan warga Amerika yang tidak bersalah,” papar Kakakhel.

Apa yang disebut Perang Melawan Teror yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya di dunia setelah serangan teroris 9/11, termasuk invasi ke Afghanistan pada tahun 2001 dan invasi ke Irak pada tahun 2003, membuka peluang baru.

Invasi AS, meskipun ilegal, menyebabkan radikalisasi banyak kelompok dan individu di Irak yang, seperti dikatakan Abdullah, “merasa bahwa sudah menjadi kewajiban agama mereka atau, dalam kasus banyak kelompok sekuler, tugas nasionalis untuk melawan penyerbu."

“Invasi AS ke Irak disebabkan (dugaan yang akhirnya salah mengenai) kehadiran senjata pemusnah massal (WMD) yang menyebabkan (Pemimpin al-Qaeda Irak) Abu Musab Al Zarqawi pindah ke Irak dan mulai berperang melawan pasukan Barat di Iraq. Dialah yang membangun kamp pelatihan di Suriah sehingga mengganggu stabilitas seluruh wilayah,” ungkap Kakakhel.

Dia menjelaskan, “Kemudian terungkap bahwa tidak ada senjata pemusnah massal di Irak.”

“Hal ini disebabkan oleh perang di Afghanistan dan Timur Tengah oleh Barat sehingga organisasi militan seperti al-Qaeda, ETIM, IMU, dan ISIS telah dibentuk, sehingga membahayakan perdamaian global,” papar dia.

Penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021 tidak banyak memperbaiki keadaan di kawasan, terutama karena pasukan AS yang melarikan diri meninggalkan peralatan dan peralatan militer senilai miliaran dolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved