Rusia Meragukan Klaim AS tentang ISIS sebagai Dalang Teror Konser di Moskow

Senin, 25 Maret 2024 - 14:48 WIB
loading...
Rusia Meragukan Klaim...
Rusia meragukan klaim AS bahwa ISIS bertanggung jawab dalam teror konser di Moskow. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia meragukan pernyataan Amerika Serikat (AS) bahwa kelompok ISIS bertanggung jawab atas serangan senjata di gedung konser di luar Moskow yang menewaskan 137 orang dan melukai 182 lainnya.

Dalam serangan paling mematikan di Rusia selama dua dekade, empat pria menyerbu Balai Kota Crocus pada Jumat malam, menyemprot orang dengan peluru tepat sebelum grup rock era Soviet, Picnic, membawakan lagu hitnya "Afraid of Nothing".

Empat pria, setidaknya satu orang Tajik, ditahan karena terorisme. Mereka muncul secara terpisah dan digiring ke dalam kurungan di pengadilan distrik Basmanny Moskow oleh petugas Dinas Keamanan Federal.

ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, sebuah klaim yang secara terbuka diyakini oleh Amerika Serikat, dan kelompok militan tersebut telah merilis apa yang mereka katakan sebagai rekaman serangan tersebut. Para pejabat AS mengatakan mereka memperingatkan Rusia mengenai intelijen mengenai serangan yang akan terjadi awal bulan ini.

Namun Presiden Vladimir Putin belum secara terbuka menyebutkan kelompok militan Islam tersebut terkait dengan para penyerang, yang menurutnya berusaha melarikan diri ke Ukraina.

Putin mengatakan beberapa orang di “pihak Ukraina” telah siap untuk menghalau orang-orang bersenjata di seberang perbatasan. Ukraina membantah terlibat dalam serangan itu dan Presiden Volodymyr Zelenskiy menuduh Putin berusaha mengalihkan kesalahan atas serangan gedung konser dengan merujuk ke Ukraina.

Baca Juga: 6 Negara Asia yang Rawan Gempa, Ada Indonesia?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved