Australia Pertimbangkan Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:20 WIB
Australia Pertimbangkan...
Australia Pertimbangkan Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
A A A
SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison terbuka untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Morrison juga menyebut kemungkinan memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia ke Yerusalem seperti langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Desember lalu.Jika rencana ini dilaksanakan Australia, maka akan mengubah beberapa dekade kebijakan luar negeri dan memicu ketegangan dengan beberapa negara tetangga di Asia. Australia akan menandatangani kesepakatan perdagangan tahun ini dengan Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Indonesia merupakan pendukung kemerdekaan Palestina dan memiliki banyak penentang keputusan Trump.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat konferensi pers bersama Menlu Palestina Riyad al-Maliki di Jakarta menegaskan kembali dukungan Indonesia pada solusi dua negara dalam konflik Timur Tengah. RI juga memperingatkan Australia agar tidak mengambil risiko ketidakamanan.

”Indonesia meminta Australia dan negara-negara lain mendukung perundingan damai dan bukan mengambil langkah-langkah yang akan mengancam proses perdamaian dan stabilitas keamanan dunia,” kata Retno. Menlu Palestina Maliki menyatakan, dia sedih jika Australia melanggar hukum internasional dan tidak menghormati resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

”Mereka menciptakan risiko hubungan dagang dan bisnis Australia dengan penjuru dunia, terutama dunia Arab dan Muslim,” kata Maliki dikutip kantor berita Reuters.

”Duta Besar (Dubes) dari 13 negara-negara Arab bertemu di Canberra kemarin dan sepakat mengirim surat pada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Australia untuk mengungkapkan kekhawatiran mereka,” ungkap Dubes Mesir untuk Australia Mohamed Khairat.

Morrison menjelaskan di parlemen, kemarin, dia berkomunikasi dengan Presiden RI Joko Widodo untuk menjelaskan sikapnya. Keterbukaan Mor rison untuk mengakui Yerusalem ibu kota Israel dan memindahkan Kedubes Australia ke Yerusalem itu muncul empat hari menjelang pemilu sela di Sydneyyangmengancamkekuasaan koalisi kanan-tengah.

Pemilu sela di Sydney memperebutkan kursi Wentworth yang ditinggalkan mantan PM Australia Malcolm Turnbull setelah kudeta ruang partai oleh anggota Partai Liberal yang kini dipimpin Morrison pada Agustus lalu.

Data sensus menunjukkan 12,5% warga Wentworth adalah Yahudi, jumlah terbesar dibandingkan tempat lain di Australia. Kandidat Partai Liberal Dave Sharma bertarung dalam pemilu sela itu pada Sabtu (20/10). Sharma adalah mantan Dubes Australia untuk Israel yang pernah mengungkapkan ide itu.

Morrison harus bernegosiasi dengan anggota parlemen independen untuk bisa terus memimpin pemerintahan minoritas, jika koalisi berkuasa kalah dalam pemilu sela tersebut.
(don)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
48 menit yang lalu
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
1 jam yang lalu
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
2 jam yang lalu
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
4 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
5 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved