Rusia Ancam Habisi Seluruh Tentara Prancis yang Dikirim ke Ukraina

Jum'at, 22 Maret 2024 - 08:47 WIB
loading...
Rusia Ancam Habisi Seluruh...
Wakil Ketua Parlemen Rusia Pyotr Tolstoy sebut pasukan Moskow akan bunuh seluruh tentara Prancis yang dikirim ke Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia akan membunuh seluruh tentara Prancis yang dikerahkan untuk berperang di Ukraina.

Ancaman itu disampaikan Pyotr Tolstoy, Wakil Ketua Parlemen Rusia, dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Prancis; BFM TV.

“Kami akan membunuh seluruh tentara Prancis yang akan datang ke tanah Ukraina karena saat ini, selama konflik di Ukraina, terdapat 13.000 tentara bayaran, termasuk 360 tentara Prancis,” kata Tolstoy.

"Seratus empat puluh tujuh orang telah terbunuh, jadi 147 warga Prancis terbunuh di Ukraina," ujarnya, yang dilansir Newsweek, Jumat (22/3/2024).

Komentarnya muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan lalu menggandakan kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Ukraina.

Baca Juga: Wakil Ketua Parlemen Rusia: Rudal Nuklir Kamis Bisa Hantam Paris dalam 2 Menit

Macron mengatakan “tidak ada batasan” dalam dukungan Paris terhadap Kyiv.

Pada akhir Februari, dia menyarankan agar anggota NATO dapat mengirim pasukan darat ke Ukraina, dan pemimpin tersebut mengulangi pernyataan tersebut pekan lalu, dengan mengatakan: "Kita tidak dapat mengesampingkan opsi karena keamanan Eropa dan keamanan rakyat Prancis dipertaruhkan di sini."

Tolstoy menggemakan ancaman perang nuklir baru-baru ini dari Presiden Rusia Vladimir Putin, dan mengatakan kepada BFM TV bahwa Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan nuklir terhadap Paris, dan bahwa Rusia "siap" untuk perang nuklir".

“Yang penting secara historis bagi Rusia adalah menjamin keamanan negaranya,” kata Tolstoy.

Beberapa hari sebelumnya, pada 14 Maret, Macron mengatakan dalam sebuah wawancara di televisi nasional Prancis; TF1 dan France 2, bahwa meskipun pasukan Barat tidak diperlukan di Ukraina saat ini, dia tidak menutup kemungkinan akan mengirimkan pasukan darat ke negara yang dilanda perang tersebut di masa depan.

“Kita tidak berada dalam situasi seperti itu saat ini,” kata Macron, seraya menambahkan, “semua opsi ini mungkin dilakukan.”

“Saat ini, untuk mencapai perdamaian di Ukraina, kita tidak boleh lemah,” katanya. “Jika perang menyebar ke Eropa, itu akan menjadi pilihan dan tanggung jawab Rusia. Namun bagi kita yang hari ini memutuskan untuk menjadi lemah, memutuskan hari ini bahwa kita tidak akan menanggapinya, kita sudah dikalahkan. Dan saya tidak ingin hal itu terjadi," paparnya.

Dia menambahkan: “Jika Rusia memenangkan perang ini, kredibilitas Eropa akan berkurang menjadi nol.”

Putin bulan lalu memperingatkan bahwa Rusia tidak akan membiarkan siapa pun ikut campur dalam urusannya."Kekuatan nuklir strategis negara berada dalam kondisi kesiapan penuh," kata Putin.

Anggota NATO lainnya, termasuk Amerika Serikat dan Jerman, mengesampingkan pengiriman pasukan darat ke Ukraina.

Pekan lalu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan; "Presiden Joe Biden telah menjelaskan bahwa kami tidak akan mengerahkan pasukan darat AS.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Segera Habisi Militer Ukraina!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved