5 Alasan AS Takut dengan Perang Nuklir di Luar Angkasa

Kamis, 21 Maret 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
“[Negara-negara] tidak boleh mengembangkan senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya yang dirancang untuk ditempatkan di orbit,” kata Sekjen PBB dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB, mengungkapkan keprihatinannya mengenai nuklirisasi ruang angkasa.

Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa, yang memimpin pertemuan dewan tersebut, mengatakan: “Selama Perang Dingin, meskipun lingkungannya konfrontatif pada saat itu, komunitas internasional menetapkan kerangka hukum untuk memastikan penggunaan luar angkasa secara damai dan berkelanjutan, yang melarang penempatan senjata nuklir. atau jenis senjata pemusnah massal lainnya di luar angkasa.”

3. Perkembangan Senjata Antisatelit Sangat Pesat

5 Alasan AS Takut dengan Perang Nuklir di Luar Angkasa

Foto/Reuters

Senjata antisatelit, biasa disebut ASAT, adalah senjata yang digunakan untuk mengganggu satelit lain. Satelit dapat dihancurkan atau dibuat tidak dapat dioperasikan melalui berbagai metode, termasuk penghancuran fisik – menabrakkan satelit ke satelit lain atau serangan non-kinetik seperti gangguan elektromagnetik, laser, atau serangan siber.

Senjata berbasis ruang angkasa yang dirancang untuk menargetkan target luar angkasa atau darat dapat mencakup pencegat pertahanan rudal balistik dan senjata serangan darat. Mereka biasanya terbagi dalam tiga kategori, Bumi-ke-luar angkasa, luar angkasa-ke-angkasa, dan luar angkasa-ke-Bumi.

Perjanjian Larangan Uji Coba Sebagian (PTBT), yang secara resmi dikenal sebagai Perjanjian Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir di Atmosfer tahun 1963, melarang peledakan nuklir di luar angkasa dan lingkungan bawah air. Perjanjian ini awalnya diratifikasi oleh AS, Rusia (sebelumnya Uni Soviet), dan Inggris.

Pasal IV Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967 yang diikuti oleh 114 negara, melarang senjata pemusnah massal (WMD) di luar angkasa, termasuk pengujian dan penyebarannya.

Saat ini Amerika Serikat, Rusia, India dan China telah mengembangkan beberapa bentuk persenjataan antisatelit. Pada 15 November 2021, Rusia meluncurkanuji antisatelit (ASAT) yang menghantam satelit Rusia dan menciptakan lebih dari 1.500 keping puing orbital.

4. Ancaman Keamanan AS Terancam

5 Alasan AS Takut dengan Perang Nuklir di Luar Angkasa

Foto/Reuters

Laporan penilaian ancaman tahunan intelijen AS yang dirilis pekan lalu mengatakan senjata luar angkasa Rusia menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional AS.

“Rusia terus melatih elemen luar angkasa militernya dan menggunakan senjata antisatelit baru untuk mengganggu dan menurunkan kemampuan luar angkasa AS dan sekutunya. Mereka memperluas persenjataan sistem pengacau, senjata energi terarah, kemampuan anti-ruang angkasa di orbit, dan rudal ASAT berbasis darat yang dirancang untuk menargetkan satelit AS dan sekutu,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved