Khawatir Diinvasi Rusia, Jerman dan Polandia Siagakan Pasukan Reaksi Cepat

Kamis, 21 Maret 2024 - 16:39 WIB
loading...
A A A
“Bagi Jerman, ini adalah tanda yang jelas bahwa Jerman dengan cepat meninggalkan ketergantungannya pada soft power dan secara bertahap mengandalkan cara-cara militer,” kata Mikael Valtersson kepada Sputnik. “Dalam kasus Polandia, kerja sama baru dan lebih erat dengan Jerman ini mungkin merupakan hasil dari perubahan pemerintahan di Polandia.”

Valtersson percaya bahwa pemerintah di Jerman dan Polandia, serta para penguasa UE di Brussels, memahami bahwa “setiap musuh akan dipaksa untuk memberikan tanggapan yang sama” terhadap pembentukan Kapasitas Reaksi Cepat di perbatasan mereka. Dan tidak sulit untuk melihat bahwa musuh yang paling mungkin adalah Rusia dan Belarusia, dan mereka diharapkan untuk “merespons dengan cara yang sama” dengan mengerahkan pasukan mereka sendiri.

Menariknya, pada masa-masa awal Kelompok Pertempuran Eropa, idenya adalah untuk menggunakan kekuatan baru Eropa di perbatasan selatan UE untuk misi yang dijelaskan.

Sementara itu, tindakan Jerman dan Polandia saat ini mengarahkan RRF ke Timur dengan janji “untuk membantu Ukraina” dan “mempertahankan sisi timur NATO.” Misi-misi di wilayah selatan (di Afrika dan Mediterania Timur) jelas dikesampingkan, karena wilayah selatan bahkan tidak disebutkan oleh Kosiniak-Kamysz dan Pistorius dalam konferensi pers mereka.

Selain mengirimkan pasukannya sendiri, Jerman dan Polandia dapat mengacaukan situasi dengan banyak cara lain. Mikael Valtersson mencatat bahwa Jerman dan Polandia telah memposisikan diri mereka sebagai pemimpin “Koalisi Armor,” yang telah menetapkan tujuan untuk memasok tank ke Ukraina. Koalisi tersebut, yang akan diaktifkan pada tanggal 26 Maret tahun ini, mungkin akan membawa perkembangan di Ukraina ke arah yang sangat berbahaya bahkan tanpa “menimbulkan serangan Barat.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved