Bos Hizbullah Ledek Saluran Arab dan Netanyahu: Israel Tetap Kalah Meski Invasi Rafah

Kamis, 14 Maret 2024 - 11:23 WIB
loading...
Bos Hizbullah Ledek...
Sekjen Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah menyebut Israel tetap kalah perang meski menginvasi Rafah sekalipun. Foto/New Arab via Media Militer Hizbullah
A A A
BEIRUT - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, meledek "Saluran Arab" dan Perdana Menteri Israel (PM) Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan Zionis tetap akan kalah perang meski menginvasi Rafah sekalipun.

Komentar bos Hizbullah itu disampaikan dalam pidatonya di televisi pada upacara peluncuran "malam Al-Qur'an" Ramadan pada hari Rabu.

Nasrallah, tanpa menjelaskan detail, meledek apa yang dia sebut sebagai "Saluran Arab”—yang menurutnya telah berinvestasi dalam mengomunikasikan kebohongan, penipuan, dan menabur benih perpecahan di antara kelompok-kelompok yang memusuhi Zionis Israel.

Baca Juga: Lebanon Minta Israel Tak Menyeret Seluruh Negara Arab Ikut Berperang

Dia mengatakan saluran tersebut tidak akan berhasil.

Berikut petikan pidato Nasrallah yang dibagikan saluran Telegram Resistance News Network, Kamis (14/3/2024):

Gaza Mencengangkan Dunia


"Kita telah memasuki bulan keenam dalam menghadapi agresi di Gaza, dan (agresi) terhadap front pendukung di Lebanon, Yaman, dan Irak."

Gaza, yang melawan, berjuang, dan bertahan dalam suasana yang mendekati keajaiban, dan mencengangkan dunia, adalah budaya Al-Qur’an, dan itu adalah bukti ilahi bagi seluruh dunia."

Para ahli senior musuh mengakui kerugian strategis tersebut, dan hari ini, di bulan keenam, Netanyahu menyatakan bahwa 'jika kita tidak memasuki Rafah, kita telah kalah perang'."

Kami katakan kepada Netanyahu bahwa meskipun Anda memasuki Rafah, Anda telah kalah perang, dan Anda tidak dapat melenyapkan Hamas atau perlawanan di Gaza, meskipun terjadi banyak pembantaian."

Rakyat Gaza masih mendukung [kelompok] perlawanan, terlepas dari semua peran yang dimainkan oleh saluran-saluran Arab, yang sayangnya, belum mampu mempertahankan posisi yang kohesif dan solid mengenai situasi di Jalur Gaza.

Kelompok Perlawanan Bersatu


Semua faksi Palestina bersatu, dan Hamas melakukan negosiasi atas nama mereka semua, dan keinginan Gaza juga untuk mengakhiri agresi."

Hamas bernegosiasi atas nama semua faksi perlawanan, dan atas nama semua front perlawanan, dan bernegosiasi bukan dari posisi yang lemah, melainkan memaksakan kondisi mereka."

Posisi perlawanan di Gaza ketika mereka mendesak penghentian agresi, adalah posisi kemanusiaan, jihad, hukum, dan politik yang sepenuhnya benar."

Kami menegaskan pendirian kami dengan faksi perlawanan Palestina, terutama dengan kepemimpinan Hamas, yang melakukan negosiasi atas nama semua orang, dan kami akan terus (berjuang) di garis depan dukungan."

Pesan untuk Biden


Dengan satu goresan pena, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dapat menghentikan agresi di Gaza dan Lebanon."

Baik Amerika, Inggris, maupun Eropa yang mengikuti mereka, tidak mampu mencegah saudara-saudara Yaman menyerang kapal-kapal yang menuju ke wilayah pendudukan Palestina."

Perlawanan Islam di Irak dan pengiriman drone dan roket ke entitas tersebut sedang berlangsung dan berkelanjutan."

Tentara Israel setelah 5 bulan kekurangan jumlah dan ingin merekrut 14.500 perwira dan tentara bahkan ingin merekrut Haredim."

Tentara Israel saat ini sudah lelah dan kehabisan tenaga di semua lini, dan jumlah korban jiwa sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang diumumkan."

Di Front Utara, terdapat kerahasiaan besar mengenai kerugian tentara, kendaraan militer, dan sebagainya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
Rekomendasi
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
Berita Terkini
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Infografis
5 Cara Keji Israel Membunuh...
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved